Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudi Setiawan, melakukan peninjauan langsung ke lokasi tambang emas di Nanggung, Bogor, menyusul insiden yang menewaskan 11 orang. Kunjungan ini bertujuan untuk memahami mekanisme operasional, kondisi keamanan, serta alur produksi di tambang emas Pongkor.
Penjelasan Mekanisme dan Kondisi Tambang
Setibanya di lokasi, Irjen Rudi Setiawan menerima paparan mendalam dari pihak terkait mengenai berbagai aspek operasional tambang. “Kita baru kembali dari penambangan emas Pongkor, tadi dari sana kami mendapat penjelasan bagaimana bisnis prosesnya di Pongkor, bagaimana pengamanan dan sebagainya termasuk produksinya, penambangannya,” ujar Rudi kepada wartawan pada Kamis (22/1/2026).
Ia juga menyempatkan diri untuk melihat langsung area bekas munculnya asap, yang diduga menjadi pemicu insiden. Pihak PT Aneka Tambang (Antam) turut memberikan keterangan mengenai upaya penanggulangan asap di lokasi tersebut. “Sampai hari ini masih relatif tinggi atau belum aman sepenuhnya untuk dimasuki oleh orang tanpa alat dan melakukan kegiatan-kegiatan,” jelasnya.
Penyelidikan Terkendala Keamanan Lokasi
Menurut Kapolda, kebakaran yang terjadi di sekitar lokasi tambang diduga menjadi penyebab munculnya asap. Bukti awal berupa kayu yang terbakar sempat terlihat di lokasi. Namun, proses penyelidikan lebih lanjut belum dapat dilakukan karena kondisi area yang belum dinyatakan aman sepenuhnya.
“Kemarin Puslabfor sudah masuk, tapi kembali lagi karena tempatnya belum dinyatakan aman,” ungkap Rudi.
Sebelas Korban Tewas Dievakuasi
Sebelumnya, jumlah korban tewas akibat insiden di lubang tambang Nanggung, Bogor, Jawa Barat, dilaporkan bertambah menjadi sebelas orang. “Sudah kita selamatkan itu kurang lebih 11 orang. Dari semuanya itu, sudah diserahkan atau sudah kembali kepada keluarganya untuk selanjutnya dilakukan pemakaman,” kata Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi Setiawan.
Tim SAR gabungan bersama pemerintah daerah telah bekerja keras melakukan evakuasi sejak menerima laporan adanya orang hilang. “Saya melihat langsung bagaimana teman-teman sudah mendirikan posko-posko pengaduan, posko operasi penyelamatan, ini yang kami utamakan dalam peristiwa ini,” bebernya.
Penyebab Masih Diinvestigasi
Meskipun demikian, penyebab pasti dari peristiwa tragis ini masih dalam proses investigasi mendalam. Kapolda menyatakan bahwa hasil pemeriksaan awal menunjukkan kandungan karbon monoksida (CO) di dalam tambang masih berada di ambang batas aman. “Penyebabnya, situasi di dalam yang dapat diinformasikan kepada saya, bahwa masih ada asap yang mengandung CO dan itu masih di ambang batas aman,” ucapnya.






