Sepakbola

KemenHAM Panggil PSSI dan I.League Usai Kasus Rasisme Menimpa Yakob Sayuri

Advertisement

Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) memanggil Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Indonesia Football League (I.League) pada Selasa (20/1/2026). Pemanggilan ini dilakukan menyusul kasus dugaan rasisme yang dialami oleh pemain Malut United, Yakob Sayuri.

Tindak Lanjut Aksi Massa

Langkah KemenHAM ini merupakan tindak lanjut dari aksi massa yang digelar oleh Barisan Trobos Malut United Jabodetabek (Batoma-Jabodetabek) pada 22 Desember 2025. Massa menuntut perlindungan hak asasi manusia atas kasus yang menimpa Yakob Sayuri.

Staf Khusus Bidang Pemenuhan HAM Menteri HAM, Yos Nggarang, menyatakan bahwa sepak bola seharusnya menjadi wadah perdamaian dan persaudaraan. “Sepakbola seharusnya menjadi wadah perdamaian dan persaudaraan tanpa memandang suku, ras, maupun warna kulit,” kata Yos Nggarang dalam pernyataan yang dirilis I.League.

Ia menambahkan, KemenHAM mengapresiasi komitmen PSSI dan I.League dalam menjunjung nilai-nilai HAM. “Kami mengapresiasi komitmen PSSI & I.League dalam menjunjung nilai-nilai HAM dan berharap setiap pertandingan mencerminkan semangat tersebut. PSSI & I.League diharapkan berada di garis depan dalam melawan rasisme dan bullying,” ujarnya.

Perundungan Siber Terhadap Saudara Kembar

Kasus ini bermula ketika Yakob Sayuri bersama saudara kembarnya, Yance Sayuri, menjadi korban perundungan di dunia maya. Keduanya menjadi sasaran serangan siber setelah laga Malut United melawan Persib Bandung pada putaran pertama Super League 2025/2026, 14 Desember 2025.

Advertisement

Perundungan tersebut dipicu oleh friksi antara Yance Sayuri dengan pemain Persib Bandung, Marc Klok. Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Yance terlihat sempat hampir memukul Klok setelah keduanya berduel. Meskipun Yance menarik kembali kepalan tangannya, video aksi tersebut terlanjur viral di media sosial.

Akibatnya, Yance menjadi target serangan di media sosial. Lebih lanjut, Yakob Sayuri yang tidak bermain dalam pertandingan tersebut karena sedang menjalani sanksi, juga turut menjadi korban. Banyak komentar bernada kebencian dan rasisme dilontarkan kepadanya.

Kecaman dari Malut United

Menyikapi hal tersebut, Malut United langsung bereaksi dengan mengecam perlakuan tidak mengenakkan yang dialami kedua pemainnya. Perwakilan klub bahkan secara khusus meminta Persib Bandung untuk menertibkan perilaku pendukungnya.

Advertisement