Lenovo memperkenalkan sebuah konsep laptop inovatif, Yoga Book Pro 3D, yang berpotensi merevolusi cara para kreator konten bekerja dengan grafis tiga dimensi. Diumumkan di ajang Mobile World Congress (MWC) 2026, perangkat ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara seni 2D dan 3D melalui teknologi kecerdasan buatan (AI) dan tampilan 3D tanpa kacamata.
Konsep laptop clamshell ini menampilkan dua layar yang bekerja secara sinergis. Gambar yang dibuka pada layar bawah dapat dimodifikasi menggunakan berbagai alat pencahayaan dan warna—yang dapat diakses dengan menempatkan alat fisik yang dapat dipasang ke layar. Selanjutnya, gambar tersebut dapat dikonversi menjadi render 3D penuh pada layar atas. Kemampuan ini didukung oleh perangkat lunak AI milik Lenovo yang dirancang untuk menyederhanakan proses pembuatan model tiga dimensi dari sketsa awal.
Keunikan utama Yoga Book Pro 3D terletak pada kemampuannya menampilkan konten 3D secara langsung tanpa memerlukan kacamata khusus. Teknologi ini bekerja dengan melacak pergerakan mata pengguna untuk menyesuaikan tampilan, sehingga menghasilkan pengalaman visual 3D yang mendalam. Pengguna dapat berinteraksi dengan model 3D yang dihasilkan, seperti memutar dan mengubah ukurannya, hanya dengan menggunakan gerakan tangan sederhana di depan kamera komputer. Konsep ini menunjukkan potensi AI sebagai alat bantu bagi para kreator, bukan sebagai pengganti total proses kreatif manusia. Lenovo juga mengintegrasikan kemampuan ekspor model 3D langsung ke perangkat lunak seperti Blender, yang merupakan langkah signifikan bagi alur kerja profesional.
Spesifikasi dan Kemampuan AI
Di balik kecanggihannya, Yoga Book Pro 3D Concept ditenagai oleh prosesor Intel Core Ultra 7 series yang dipadukan dengan GPU Nvidia GeForce RTX 5070. Kombinasi ini memastikan kinerja yang kuat untuk menangani tugas-tugas rendering 3D yang kompleks dan beban kerja kreatif lainnya. Layar ganda yang digunakan adalah panel OLED PureSight Pro Tandem, yang menawarkan kualitas visual superior dan mendukung antarmuka pengguna yang lebih rumit serta alur kerja yang detail yang dibutuhkan dalam pembuatan konten 3D.

Perangkat lunak AI Lenovo memainkan peran krusial dalam mentransformasi gambar 2D menjadi aset 3D yang dapat diedit. Pengguna bahkan dapat meminta AI untuk menghasilkan lingkungan 3D atau objek tertentu dalam editor yang didedikasikan. Selain itu, interaksi tanpa sentuhan melalui kamera IR memungkinkan manipulasi model 3D secara intuitif. Meskipun demikian, Lenovo menyadari bahwa teknologi ini masih dalam tahap konsep, dan keefektifan serta penerimaan pasar oleh para seniman profesional masih perlu dibuktikan.
Perluasan Ekosistem Lenovo di MWC 2026
Yoga Book Pro 3D Concept hanyalah salah satu dari serangkaian inovasi yang dihadirkan Lenovo di MWC 2026. Perusahaan juga memperkenalkan pembaruan pada lini laptop Yoga dan Legion, serta tablet. Salah satu sorotan lainnya adalah Legion Tab Gen 5, tablet gaming 8,8 inci dengan layar 3K 165Hz, yang akan tersedia mulai Mei dengan harga mulai dari $849. Lini laptop Yoga 9i 2-in-1 Aura Edition Gen 11 juga diperbarui dengan layar OLED 2.8K dan fitur “Canvas Mode” baru yang dirancang untuk meningkatkan presisi saat menggambar, dengan harga mulai $1,949 dan ketersediaan pada Mei.
Lenovo juga memamerkan laptop gaming Legion 7a Gen 11 yang lebih ringan dengan layar OLED dan prosesor AMD Ryzen AI Max+ series, yang akan tersedia mulai Juli dengan harga mulai $2,299. Sementara itu, laptop Yoga Pro 7a Gen 11 yang ditujukan untuk pengguna profesional kreatif hadir dengan layar OLED 2.5K PureSight Pro, prosesor AMD Ryzen AI Max+ series, dan memori hingga 128GB RAM, ditawarkan mulai $2,099 dan siap meluncur Agustus.


