MacBook Neo telah mendapatkan pengakuan sebagai laptop Apple yang paling mudah diperbaiki dalam kurun waktu 14 tahun terakhir. Penilaian ini datang dari iFixit, sebuah situs web terkemuka dalam panduan perbaikan dan analisis komponen perangkat elektronik, yang memberikan skor 6 dari 10 untuk tingkat kemudahan perbaikan pada model terbaru ini. Skor ini menandai kemajuan signifikan dibandingkan model-model MacBook sebelumnya yang seringkali menyulitkan pengguna dan teknisi akibat penggunaan perekat yang ekstensif dan komponen yang disolder.
Perubahan paling menonjol yang disorot oleh iFixit adalah desain baterai pada MacBook Neo. Berbeda dengan model-model lama yang mengandalkan lem perekat kuat atau strip pelepas yang merepotkan, baterai MacBook Neo kini dipasang pada sebuah baki yang diikat dengan 18 sekrup. Meskipun jumlah sekrupnya cukup banyak, pendekatan ini secara drastis menyederhanakan proses penggantian baterai, yang merupakan salah satu komponen yang paling sering memerlukan perbaikan. “Sekrup selalu lebih baik daripada perekat,” ujar iFixit, sebagaimana dikutip oleh TechCrunch. Kemudahan akses ini bahkan dikabarkan menimbulkan sorakan di kantor iFixit.
Desain Modular dan Akses Komponen yang Lebih Mudah
Selain baterai, MacBook Neo juga menampilkan kemudahan perbaikan pada komponen lain. iFixit mencatat tata letak internal yang “tidak biasa masuk akal untuk standar MacBook,” dengan akses yang lebih mudah ke speaker, port USB-C, dan trackpad. Penggunaan port USB-C yang modular memungkinkan penggantian individual jika terjadi kerusakan, sebuah peningkatan dari desain sebelumnya yang seringkali mengikat port ke papan logika utama. Keyboard juga dirancang agar lebih mudah diakses, meskipun masih memerlukan pelepasan 41 sekrup, namun tidak lagi terpaku pada casing atas atau terhalang oleh baterai yang dilem.

Perubahan desain ini tidak hanya membuat perbaikan menjadi lebih mudah tetapi juga berpotensi menurunkan biaya perbaikan dan waktu henti perangkat. Hal ini sangat relevan mengingat MacBook Neo ditujukan untuk pasar pendidikan, di mana daya tahan dan kemudahan perawatan menjadi faktor penting bagi institusi maupun pelajar. Kemudahan ini sejalan dengan tren yang lebih luas dalam industri teknologi untuk merespons tekanan dari gerakan “hak untuk memperbaiki” (right to repair) dan regulasi yang semakin ketat, seperti yang akan diberlakukan di Uni Eropa yang mewajibkan baterai yang dapat diganti oleh pengguna pada perangkat portabel mulai awal tahun 2027.
Keterbatasan yang Masih Ada
Meskipun demikian, MacBook Neo masih memiliki beberapa keterbatasan dalam hal perbaikan dan peningkatan. Seperti kebanyakan desain MacBook modern, RAM (8GB) dan penyimpanan (SSD) masih disolder langsung ke papan logika. Hal ini berarti pengguna tidak dapat melakukan peningkatan memori atau kapasitas penyimpanan setelah pembelian, yang dapat memengaruhi kemampuan laptop untuk menjalankan aplikasi kecerdasan buatan (AI) yang semakin kompleks di masa depan. iFixit memberikan skor 6 dari 10 untuk tingkat perbaikan, yang dianggap sebagai skor kuat untuk sebuah MacBook, namun masih jauh di bawah beberapa laptop dari produsen lain yang mencapai skor 9 atau 10.
Sebelumnya, Apple dikenal seringkali mempersulit perbaikan mandiri, termasuk dengan menggunakan perekat yang kuat dan komponen yang terintegrasi erat. Namun, langkah dengan MacBook Neo ini menunjukkan potensi pergeseran filosofi desain Apple, didorong oleh regulasi dan permintaan konsumen. Analisis iFixit yang dirilis pada pertengahan Maret 2026 ini mengonfirmasi bahwa MacBook Neo, yang juga merupakan MacBook paling terjangkau dari Apple, menawarkan kemudahan perbaikan yang belum pernah terlihat pada produk Apple dalam lebih dari satu dekade.




