Peluncuran MacBook Neo oleh Apple dengan harga mulai dari $599 (sekitar Rp9,7 juta) memang menarik perhatian banyak calon pembeli, terutama mereka yang menginginkan pengalaman macOS tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. Namun, di balik label harga yang terjangkau tersebut, Apple melakukan sejumlah kompromi signifikan yang membuat MacBook Neo berpotensi menjadi pilihan yang kurang bijak dibandingkan model MacBook Air yang lebih lama, terutama yang menggunakan chip seri M.
Analisis mendalam terhadap spesifikasi dan fitur MacBook Neo mengungkap beberapa alasan kuat mengapa konsumen sebaiknya mempertimbangkan kembali keputusan pembeliannya. Kompromi pada sektor prosesor, kelengkapan fitur, hingga kualitas komponen dasar menjadi poin-poin krusial yang perlu dicermati sebelum menjatuhkan pilihan.
1. Prosesor A18 Pro: Chip Ponsel untuk Laptop
Salah satu aspek paling menonjol dari MacBook Neo adalah penggunaan chip A18 Pro, yang sejatinya merupakan prosesor yang digunakan pada iPhone 16 Pro. Meskipun chip mobile Apple dikenal sangat bertenaga, desainnya tidak dioptimalkan untuk beban kerja laptop yang berkelanjutan. Chip seri M, seperti M4 atau M5 yang digunakan pada MacBook Air, dirancang khusus untuk Mac, menawarkan performa berkelanjutan yang lebih baik, kekuatan GPU lebih tinggi, dan efisiensi yang superior untuk tugas-tugas berat seperti penyuntingan video, pemrograman, atau multitasking intensif. A18 Pro memang mumpuni untuk tugas ringan seperti menjelajah web, menulis, dan menonton multimedia, namun performanya tidak dapat menandingi prosesor laptop yang didedikasikan. Bagi pengguna yang berencana menggunakan laptop dalam jangka panjang, MacBook Air dengan chip seri M menawarkan ruang yang lebih luas untuk berbagai kebutuhan komputasi.
2. Fitur yang Dikorbankan Demi Harga
Untuk mencapai titik harga $599, Apple terpaksa menghilangkan sejumlah fitur penting. Model dasar MacBook Neo tidak menyertakan Touch ID, sebuah fitur keamanan yang sudah menjadi standar pada sebagian besar MacBook modern. Fitur ini baru tersedia pada konfigurasi penyimpanan yang lebih tinggi, mendorong pembeli ke model yang lebih mahal.

Lebih lanjut, MacBook Neo juga absennya dukungan Thunderbolt, pengisian daya MagSafe, pilihan port yang terbatas, dan hanya menyertakan RAM 8GB tanpa opsi peningkatan. Ketiadaan fitur-fitur ini membuat Neo terasa seperti laptop entry-level yang sangat minim fitur, berbeda dengan pengalaman laptop yang lebih lengkap yang ditawarkan bahkan oleh model MacBook Air yang lebih tua.
3. Ketiadaan Keyboard Backlight yang Mengejutkan
Salah satu pemotongan fitur yang paling mengejutkan adalah tidak adanya lampu latar pada keyboard. Fitur ini, yang umum ditemukan pada sebagian besar laptop, termasuk model anggaran, membuat pengalaman bekerja di ruangan redup, dalam pesawat, atau saat sesi belajar larut malam menjadi jauh kurang nyaman. Ketiadaan fitur dasar ini terasa seperti kompromi yang tidak perlu, mengingat MacBook Air model lama pun sudah memilikinya.
4. Pengisian Daya Lambat dan Tidak Adanya MagSafe
MacBook Neo dilengkapi dengan pengisi daya 20W, yang lebih mirip kecepatan pengisian daya smartphone anggaran daripada laptop. Sebaliknya, model MacBook Air mendukung pengisian daya yang jauh lebih cepat dan menyertakan MagSafe untuk kemudahan penyambungan. Kecepatan pengisian daya yang lebih lambat ini, meskipun bukan masalah besar, secara signifikan memengaruhi kenyamanan penggunaan sehari-hari.
5. MacBook Air Bekas Lebih Menarik
Alasan terbesar untuk melewatkan MacBook Neo adalah ketersediaan penawaran menarik untuk MacBook Air model lama. Meskipun MacBook Air dengan chip M4 atau M3 mungkin memiliki harga awal yang lebih tinggi, namun menawarkan prosesor seri M yang lebih bertenaga, keyboard dan pengisian daya yang lebih baik, konektivitas Thunderbolt, masa pakai yang lebih lama, dan pengalaman MacBook yang lebih utuh. Dengan peluncuran MacBook Air M5 yang baru, model Air yang lebih lama diperkirakan akan mendapatkan diskon yang membuatnya semakin mendekati kisaran harga Neo. Ini berarti, dengan sedikit tambahan biaya, konsumen bisa mendapatkan laptop yang secara signifikan lebih baik.
MacBook Neo bukanlah perangkat yang buruk; ini adalah upaya Apple untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Namun, bagi pengguna yang membutuhkan lebih dari sekadar penjelajahan web dasar dan produktivitas ringan, kompromi yang dibuat pada chip yang lebih lemah, fitur yang hilang, keyboard tanpa lampu latar, dan pengisian daya yang lambat membuat Neo terasa kurang menarik dibandingkan opsi lain yang tersedia di pasar, terutama MacBook Air bekas yang menawarkan nilai lebih baik.




