Gadget Wearable

Pemberitahuan Hipertensi Apple Watch Kini Bisa Digunakan di Indonesia, Ini Cara Kerjanya

Advertisement

Apple secara resmi memperluas ketersediaan fitur Pemberitahuan Hipertensi (Hypertension Notifications) pada Apple Watch ke Indonesia, mulai Kamis (29/1/2026). Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mendeteksi tanda-tanda awal tekanan darah tinggi secara pasif, tanpa memerlukan alat pengukur tekanan darah tambahan. Ekspansi ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu dari tujuh negara baru yang mendapatkan akses ke teknologi kesehatan revolusioner ini, bersama dengan Australia, Malaysia, Kolombia, Korea Selatan, Brasil, dan Turki. Fitur ini sebelumnya telah diluncurkan pada pembaruan watchOS 26 pada September 2025. Dengan demikian, fitur ini kini tersedia di lebih dari 170 negara dan wilayah di seluruh dunia.

Pemberitahuan Hipertensi pada Apple Watch memanfaatkan sensor jantung optik yang ada pada perangkat untuk menganalisis respons pembuluh darah terhadap detak jantung. Algoritma canggih yang dikembangkan Apple bekerja secara pasif di latar belakang, menganalisis pola data selama periode 30 hari. Jika terdeteksi adanya tanda-tanda tekanan darah tinggi yang konsisten selama periode evaluasi tersebut, Apple Watch akan mengirimkan notifikasi kepada pengguna.

Cara Kerja Fitur Notifikasi Hipertensi

Fitur notifikasi hipertensi pada Apple Watch memanfaatkan sensor detak jantung optik untuk menganalisis respons pembuluh darah terhadap detak jantung pengguna. Algoritma yang dikembangkan secara khusus ini bekerja secara pasif di latar belakang selama periode 30 hari. Data yang dikumpulkan akan dianalisis untuk mendeteksi tanda-tanda konsisten yang mengindikasikan hipertensi. Jika pola yang mengkhawatirkan terdeteksi, Apple Watch akan mengirimkan notifikasi kepada pengguna.

Notifikasi Hipertensi Pada Apple Watch
Notifikasi Hipertensi pada Apple Watch. Foto: Apple

“Kami berkomitmen untuk memberdayakan pengguna dengan alat kesehatan yang mendorong kesadaran dini dan perubahan perilaku positif untuk mengurangi risiko jangka panjang,” ujar juru bicara Apple, dilansir dari berbagai pemberitaan teknologi global. “Dengan fitur notifikasi hipertensi, kami berharap dapat membantu lebih banyak orang mengenali potensi risiko kesehatan mereka lebih awal.”

Validasi Ilmiah dan Rekomendasi

Pengembangan fitur ini didasarkan pada validasi ilmiah yang ketat, menggunakan pembelajaran mesin (machine learning) canggih yang dilatih pada data dari lebih dari 100.000 partisipan studi. Kinerjanya kemudian divalidasi lebih lanjut dalam studi klinis yang melibatkan lebih dari 2.000 partisipan. Meskipun fitur notifikasi hipertensi tidak dapat mendeteksi semua kasus, Apple memperkirakan bahwa dengan jangkauan global Apple Watch, fitur ini dapat memberi tahu lebih dari satu juta orang dengan hipertensi yang tidak terdiagnosis dalam tahun pertama ketersediaannya.

Advertisement

Ketersediaan dan Persyaratan

Fitur notifikasi hipertensi tersedia untuk model Apple Watch Series 9 dan yang lebih baru, serta Apple Watch Ultra 2 dan yang lebih baru, dengan instalasi watchOS 26. Pengguna di Indonesia dapat mengatur fitur ini melalui aplikasi Kesehatan (Health app) di iPhone yang terhubung. Apple Watch sendiri tidak mengukur tekanan darah secara langsung, melainkan menganalisis pola respons pembuluh darah. Penting bagi pengguna untuk diingat bahwa notifikasi ini adalah indikator awal dan konsultasi medis profesional tetap menjadi langkah krusial.

Ekspansi fitur kesehatan ini ke Indonesia menandai langkah signifikan Apple dalam memperluas inisiatif kesehatan globalnya, seiring dengan komitmennya untuk menyediakan alat yang dapat memberdayakan pengguna dalam mengelola kesehatan mereka secara proaktif.

Advertisement