Aplikasi Game

Pertumbuhan Pasar Game Mobile Melambat pada 2025

Advertisement

Pertumbuhan pasar game mobile global mengalami perlambatan signifikan pada tahun 2025. Data terbaru dari firma riset AppMagic menunjukkan bahwa pendapatan industri ini hanya meningkat sebesar 0,2% dibandingkan tahun sebelumnya, sebuah penurunan drastis dari pertumbuhan 3% pada tahun 2024. Sementara itu, jumlah unduhan game mobile tercatat naik 4,6%, lebih rendah dibandingkan kenaikan 6,6% pada tahun 2024. Perlambatan ini mengindikasikan bahwa pasar game mobile secara global kini memasuki fase yang lebih matang dan kompetitif.

Menurut laporan AppMagic yang dipublikasikan pada 5 Februari 2026, penyebab utama perlambatan ini adalah “meningkatnya saturasi” dan “kelelahan” di pasar-pasar yang sebelumnya menjadi pendorong ekspansi utama sektor mobile. Perusahaan riset tersebut mencatat bahwa pertumbuhan di pasar 10 besar game mobile secara umum stagnan. Pertumbuhan yang masih terlihat sebagian besar disebabkan oleh redistribusi instalasi dan pendapatan. Sebagai contoh, sedikit peningkatan di pasar seperti Inggris, Jerman, dan Prancis berhasil mengimbangi penurunan di “pasar monetisasi Asia kunci” seperti Korea Selatan.

Pasar Game Mobile Memasuki Fase Kematangan

“Bersama-sama, tren ini menunjukkan pasar game yang semakin matang di mana persaingan meningkat di sekitar basis pengguna dan pengeluaran yang relatif tetap, alih-alih ekspansi pasar yang luas,” demikian pernyataan AppMagic. Fase kematangan ini menuntut para pengembang dan penerbit untuk lebih inovatif dalam mempertahankan dan menarik pemain di tengah persaingan yang semakin ketat.

Dalam lanskap yang berubah ini, genre game strategi muncul sebagai yang paling pesat pertumbuhannya di platform mobile. Pendapatan genre ini melonjak 16% secara tahunan, sementara jumlah unduhannya naik 15%. Hal ini menunjukkan minat pemain yang terus bertumbuh pada genre yang membutuhkan pemikiran taktis dan perencanaan.

Genre Tertentu Alami Penurunan

Sebaliknya, genre kasino dan RPG (Role-Playing Game) menunjukkan kinerja yang lebih lemah. Genre kasino mengalami penurunan pendapatan sebesar 7,6% dan penurunan unduhan yang signifikan sebesar 15,8%. Sementara itu, game RPG mengalami penurunan pendapatan yang lebih drastis, yaitu 16,6%, dengan penurunan unduhan sebesar 9,1%. Penurunan ini bisa jadi disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk kejenuhan pasar atau pergeseran preferensi pemain ke genre lain.

Advertisement

Data AppMagic juga menyoroti bahwa wilayah Amerika Latin kini berada pada titik saturasi pasar. Banyak negara di kawasan tersebut mengalami penurunan unduhan yang curam. Kolombia mencatat penurunan 10%, Ekuador 9,8%, Peru 8,9%, dan Argentina 8,4%. Meskipun demikian, pendapatan di wilayah ini justru menunjukkan peningkatan. Argentina mencatat kenaikan pendapatan sebesar 33,2%, sementara Kolombia naik 23,6%.

Peran Kecerdasan Buatan dalam Pemasaran

Di sisi pemasaran, kecerdasan buatan (AI) semakin mendominasi dalam pembuatan iklan game mobile. Laporan tersebut mencatat bahwa 56% dari Top 100 game berpenghasilan tertinggi telah memanfaatkan teknologi AI dalam strategi pemasaran mereka. Penggunaan AI dalam pembuatan konten iklan diprediksi akan terus meningkat seiring dengan upaya pengembang untuk menciptakan kampanye yang lebih personal dan efektif dalam menarik perhatian pemain di pasar yang ramai.

Perlambatan pertumbuhan ini menandai era baru bagi industri game mobile, yang ditandai dengan persaingan yang lebih ketat, fokus pada kualitas daripada kuantitas, dan pentingnya strategi monetisasi yang inovatif. Pengembang yang dapat beradaptasi dengan perubahan pasar dan memanfaatkan teknologi baru seperti AI kemungkinan akan lebih unggul dalam lanskap yang kompetitif ini.

Advertisement