Samsung secara resmi telah mengonfirmasi bahwa lini flagship terbarunya, Galaxy S26 Ultra, tidak akan menyertakan slot kartu microSD. Keputusan ini menandai akhir dari era penyimpanan yang dapat diperluas pada ponsel kelas atas Samsung dan memaksa pengguna untuk mengandalkan opsi penyimpanan internal yang semakin mahal.
Kehadiran slot microSD pada ponsel flagship telah menghilang secara bertahap selama beberapa tahun terakhir. Samsung, bersama dengan produsen ponsel besar lainnya seperti Apple dan Google, tampaknya menjadikan penghapusan fitur ini sebagai bagian dari strategi produk mereka, bukan sekadar kelalaian desain. Galaxy S26 Ultra menjadi bukti nyata bahwa fitur ini tidak akan kembali hadir di ponsel premium mereka.
Penyimpanan Internal yang Semakin Mahal
Meskipun Samsung mempertahankan harga awal Galaxy S26 Ultra sebesar $1.300 untuk varian 256GB, biaya untuk kapasitas penyimpanan yang lebih besar meningkat secara signifikan. Varian 512GB dibanderol seharga $1.500, sementara model 1TB mencapai $1.800. Kenaikan harga ini, ditambah dengan janji dukungan perangkat lunak selama tujuh tahun, menempatkan pengguna dalam posisi sulit jika mereka membutuhkan ruang penyimpanan yang luas untuk jangka panjang.

Samsung bukanlah satu-satunya produsen yang menerapkan strategi ini. Google Pixel 10 Pro XL dengan 256GB penyimpanan dimulai dari $1.200, dengan opsi 512GB seharga $1.319 dan 1TB seharga $1.550. Apple juga membanderol iPhone 17 Pro Max 2TB dengan harga mencengangkan $2.000. Kenaikan harga penyimpanan internal ini menjadi sumber pendapatan tambahan yang signifikan bagi produsen ponsel.
Alasan di Balik Penghapusan Slot MicroSD
Penghapusan slot microSD dari ponsel flagship bukannya tanpa alasan. Samsung dan produsen lain sering kali menyebutkan beberapa faktor, termasuk penyederhanaan desain agar ponsel lebih tipis, peningkatan ketahanan air (waterproofing), dan pemanfaatan penyimpanan internal UFS yang menawarkan kecepatan baca/tulis jauh lebih tinggi dibandingkan kartu microSD konvensional. Selain itu, produsen juga menyadari bahwa menghilangkan opsi penyimpanan yang terjangkau akan mendorong konsumen untuk membeli model dengan kapasitas penyimpanan lebih besar, yang memiliki margin keuntungan lebih tinggi.
Harapan untuk Perubahan di Masa Depan
Meskipun slot microSD telah hilang dari ponsel flagship, fitur ini masih dapat ditemukan pada beberapa ponsel kelas menengah dan entry-level. Hal ini menunjukkan bahwa produsen masih melihat adanya permintaan untuk opsi penyimpanan yang terjangkau di segmen pasar tersebut. Beberapa pengamat industri berharap bahwa inovasi seperti standar microSD Express, yang menawarkan kecepatan mendekati penyimpanan internal, dapat mendorong kembalinya fitur ini ke ponsel flagship di masa mendatang.
Namun, untuk saat ini, pengguna Galaxy S26 Ultra harus menerima kenyataan bahwa mereka harus lebih berhati-hati dalam memilih kapasitas penyimpanan internal saat pembelian. Jika membutuhkan ruang lebih, opsi yang tersedia adalah mengandalkan layanan penyimpanan cloud atau membeli aksesori penyimpanan eksternal melalui port USB-C, yang tentu saja menambah biaya.






