Samsung Galaxy S26 Ultra diprediksi akan menjadi sorotan utama dalam peluncuran seri Galaxy S26 pada 25 Februari 2026, dengan berbagai peningkatan potensial yang melampaui bocoran spesifikasi awal. Perangkat ini diperkirakan akan membawa inovasi signifikan pada sektor layar, penyimpanan, manajemen termal, kecerdasan buatan (AI), serta pembaruan pada sistem kamera, menjadikannya pesaing kuat di pasar ponsel pintar premium.
Meskipun detail spesifikasi telah banyak beredar, beberapa sumber mengindikasikan adanya peningkatan tersembunyi yang dapat membuat Galaxy S26 Ultra semakin menarik. Salah satu area yang mendapat perhatian adalah teknologi layar yang kemungkinan akan menggunakan panel OLED M14. Ini menandai peningkatan besar dalam teknologi layar Samsung setelah bertahun-tahun menggunakan panel OLED M13 pada seri Galaxy S24 dan S25. Panel yang lebih baru dan efisien ini berpotensi memungkinkan kecerahan layar yang lebih tinggi, bahkan melampaui pendahulunya. Sebagai perbandingan, OnePlus 15 yang sudah menggunakan panel serupa dilaporkan mampu mencapai hampir 3.500 nits dalam pengujian PhoneArena, sebuah angka yang mengesankan untuk visibilitas di bawah sinar matahari terik.
Peningkatan Kinerja dan Penyimpanan
Di sektor kinerja, Galaxy S26 Ultra secara global diperkirakan akan ditenagai oleh Snapdragon 8 Elite Gen 5, yang saat ini dianggap sebagai chip Qualcomm tercepat. Namun, kecepatan tinggi seringkali berbanding lurus dengan suhu tinggi, yang dapat menyebabkan penurunan kinerja (throttling) saat perangkat digunakan secara intensif. Untuk mengatasi hal ini, Samsung kemungkinan akan menyertakan sistem manajemen termal yang lebih baik, termasuk ruang uap (vapor chamber) yang lebih besar. Peningkatan ini diharapkan dapat mengendalikan panas berlebih dan secara pasif meningkatkan kinerja melalui penyesuaian performa yang cermat.
Selain itu, Samsung berpotensi menyematkan penyimpanan NAND yang lebih cepat pada Galaxy S26 Ultra. Kecepatan input/output sangat krusial untuk performa keseluruhan ponsel. Jika Galaxy S25 Ultra telah menggunakan UFS 4.0 yang sudah sangat cepat, UFS 4.1 yang sedikit lebih kencang dan stabil menjadi kandidat kuat. UFS 4.1 sudah tersedia di pasaran dan ditemukan pada perangkat seperti OnePlus 15. Dengan komersialisasi UFS 5.0 yang diprediksi Samsung pada tahun 2027, yang akan menggandakan kecepatan IO untuk mendukung tuntutan AI di perangkat, penggunaan UFS 4.1 akan membuat Galaxy S26 Ultra lebih siap menghadapi masa depan.
Fokus pada Kecerdasan Buatan dan Kamera
Mengingat fokus utama seri Galaxy S26 adalah pada kecerdasan buatan (AI), masuk akal jika Samsung menyertakan unit pemrosesan AI khusus (Dedicated AI processing unit). Meskipun Snapdragon 8 Elite Gen 5 sudah cukup kuat, unit khusus dapat mengoptimalkan pemrosesan AI di perangkat, yang berpotensi meningkatkan efisiensi daya dan masa pakai baterai. Peningkatan ini akan sangat terasa pada fitur-fitur AI generatif yang dikabarkan akan hadir, seperti peningkatan pada alat penghapus dan penggantian objek.

Sistem kamera Galaxy S25 Ultra sudah dikenal sangat baik, dan Galaxy S26 Ultra diharapkan melanjutkan tradisi tersebut. Laporan mengindikasikan penggunaan sensor utama 200MP yang sama, namun dengan peningkatan pada bukaan lensa (aperture) menjadi f/1.4 untuk kamera utama dan f/2.9 untuk kamera telephoto. Bukaan yang lebih lebar ini memungkinkan lebih banyak cahaya masuk ke sensor, yang berpotensi meningkatkan performa dalam kondisi minim cahaya dan menghasilkan foto yang lebih detail serta mengurangi noise. Selain itu, kamera depan 12MP kemungkinan akan memiliki bidang pandang (field of view) yang lebih lebar, dari 80 derajat menjadi 85 derajat, memungkinkan pengambilan foto grup atau selfie yang lebih luas.
Peningkatan Pengisian Daya dan Fitur Lainnya
Pengisian daya juga menjadi area yang mendapat perhatian. Galaxy S26 Ultra dikabarkan akan mendukung pengisian daya kabel 60W, sebuah lompatan signifikan dari 45W yang telah digunakan beberapa generasi terakhir. Pengisian daya nirkabel juga akan meningkat dari 15W menjadi 25W. Meskipun belum setara dengan beberapa ponsel Tiongkok yang menawarkan kecepatan lebih tinggi, ini merupakan langkah maju yang penting bagi Samsung. Fitur baru yang menarik lainnya adalah “Privacy Display”, sebuah teknologi yang diklaim dapat menyembunyikan informasi di layar dari pandangan samping, mengurangi kebutuhan akan pelindung layar privasi tambahan.

Secara desain, Galaxy S26 Ultra diperkirakan akan mempertahankan bingkai yang ramping, dengan ketebalan sekitar 7,9mm dan bobot 217 gram, menjadikannya lebih tipis dan ringan dari pendahulunya. Perangkat ini juga akan tetap mempertahankan S Pen, menjadikannya alat produktivitas yang kuat. Samsung juga dilaporkan akan terus berkomitmen pada dukungan perangkat lunak jangka panjang, kemungkinan menawarkan hingga tujuh tahun pembaruan sistem operasi dan keamanan, yang menambah nilai investasi bagi pengguna.






