YouTube Music secara resmi meluncurkan fitur generator playlist berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang khusus untuk pengguna layanan Premium. Fitur inovatif ini memungkinkan pelanggan YouTube Music Premium dan YouTube Premium di perangkat iOS dan Android untuk membuat daftar putar musik yang dipersonalisasi hanya dengan menggunakan deskripsi teks atau suara. Peluncuran ini menandai langkah signifikan YouTube dalam memanfaatkan AI untuk meningkatkan pengalaman penemuan musik dan keterlibatan pengguna.
Fitur “AI Playlist” ini dapat diakses melalui tab Perpustakaan (Library) di aplikasi YouTube Music. Pengguna cukup mengetuk tombol “Baru” (New), lalu memilih opsi “AI Playlist”. Dari sana, mereka dapat memasukkan permintaan atau deskripsi, seperti “musik death metal yang menggebu,” “indie pop,” “campuran progressive house untuk pesta santai,” atau “hits klasik 90-an.” Sistem AI kemudian akan mengolah permintaan tersebut untuk menyusun playlist yang sesuai dengan preferensi yang diungkapkan pengguna. Pengumuman resmi mengenai peluncuran ini dibagikan oleh YouTube melalui akun X (sebelumnya Twitter), menandai integrasi AI terbaru dalam ekosistem produk Google.
Kolaborasi AI dan Katalog Musik YouTube
Fitur AI Playlist ini memanfaatkan model AI Gemini dari Google dan memanfaatkan katalog musik ekstensif yang dimiliki YouTube. Sistem ini dirancang untuk menginterpretasikan berbagai konsep, mulai dari suasana hati (mood) tertentu hingga genre musik yang spesifik. YouTube menjelaskan bahwa rekomendasi musik mendorong lebih dari 70% waktu tonton di platform utamanya, dan fitur AI prompting ini bertujuan untuk mempermudah pengguna dalam mengartikulasikan keinginan mereka akan musik dan mendapatkan hasil kurasi secara langsung.

YouTube telah bereksperimen dengan penggunaan AI untuk pembuatan playlist sebelumnya. Pada Juli 2024, perusahaan menguji coba fitur yang memungkinkan pengguna di Amerika Serikat membuat stasiun radio khusus menggunakan perintah teks. Langkah ini menunjukkan upaya berkelanjutan YouTube untuk terus berinovasi dalam personalisasi musik, seiring dengan tren yang diadopsi oleh layanan streaming musik pesaing.
Persaingan di Industri Streaming Musik
Peluncuran fitur AI Playlist ini menempatkan YouTube Music di tengah persaingan ketat dalam industri streaming musik yang semakin mengandalkan kecerdasan buatan. Layanan pesaing seperti Spotify, Amazon Music, dan Deezer juga telah meluncurkan fitur serupa yang memungkinkan pembuatan playlist atau radio berbasis AI. Spotify, misalnya, telah menguji coba fitur playlist AI-nya sejak akhir tahun 2025, dan baru-baru ini meluncurkan “Prompted Playlists” yang memungkinkan pembuatan playlist yang diperbarui seiring waktu dan mempertimbangkan riwayat mendengarkan pengguna.
Memperkuat Nilai Langganan Premium
Fitur generator playlist AI ini juga mencerminkan upaya YouTube untuk terus meningkatkan daya tarik langganan Premiumnya. Sebelumnya, YouTube Music mulai membatasi akses lirik lagu bagi pengguna gratis di aplikasi YouTube Music, meskipun perusahaan menyatakan bahwa pembatasan ini merupakan eksperimen yang memengaruhi sebagian kecil pengguna yang didukung iklan. Pembatasan akses lirik ini merupakan salah satu strategi YouTube untuk mendorong lebih banyak pengguna beralih ke langganan berbayar.
Google melaporkan peningkatan jumlah pengguna berbayar di berbagai layanannya. Pada awal Februari 2026, perusahaan menyatakan memiliki 325 juta pengguna berbayar di seluruh Google One dan YouTube Premium. Fitur-fitur eksklusif seperti generator playlist AI ini dirancang untuk mempertahankan basis pelanggan yang sudah ada dan menarik pelanggan baru, memperkuat proposisi nilai dari langganan berbayar YouTube.
Cara Kerja dan Penggunaan Fitur
Untuk menggunakan fitur AI Playlist, pengguna Premium harus mengikuti langkah-langkah berikut:
- Buka aplikasi YouTube Music di perangkat iOS atau Android.
- Navigasi ke tab “Perpustakaan” (Library).
- Ketuk tombol “Baru” (New).
- Pilih opsi “AI Playlist”.
- Masukkan deskripsi musik yang diinginkan melalui teks atau suara. Contoh prompt meliputi: “musik indie pop yang ceria,” “lagu-lagu jazz melankolis untuk sore yang mendung,” atau “campuran rock klasik untuk perjalanan darat.”
Setelah prompt dimasukkan, AI akan menghasilkan daftar putar yang sesuai. Pengguna kemudian dapat menyimpan playlist tersebut, mengganti namanya, dan mengeditnya lebih lanjut dengan menambah atau menghapus lagu sesuai selera. Fitur ini dirancang agar cepat dan intuitif, memberikan pengalaman yang mirip dengan berinteraksi dengan seorang DJ yang berpengalaman.
Meskipun detail teknis model AI yang mendasarinya belum diungkapkan sepenuhnya oleh Google, antarmuka fitur ini menampilkan logo Gemini yang familiar. Fitur ini diharapkan akan terus berkembang seiring waktu, dengan adanya rencana untuk meningkatkan perlindungan bagi prompt yang sensitif dan memberikan indikasi yang lebih transparan tentang bagaimana riwayat mendengarkan memengaruhi pilihan playlist.






