YouTube Music mulai memberlakukan pembatasan akses penuh terhadap fitur lirik lagu, mengharuskan pengguna untuk berlangganan versi premium. Langkah ini merupakan bagian dari strategi Google untuk mendorong lebih banyak pengguna beralih ke langganan berbayar, baik YouTube Music Premium maupun YouTube Premium.
Sebelumnya, fitur lirik ini dapat diakses secara gratis oleh semua pengguna. Namun, laporan terbaru menunjukkan bahwa kini pengguna gratis hanya diberikan jatah lima kali melihat lirik lagu secara penuh. Setelah kuota tersebut habis, sisa lirik akan diburamkan dan tidak dapat digulir lebih lanjut, kecuali pengguna memilih untuk berlangganan.
Perubahan ini dilaporkan mulai bergulir secara global setelah melalui periode pengujian selama beberapa bulan terakhir. Pengguna yang mencoba mengakses lirik lagu melalui tab “Lyrics” di layar pemutaran akan disambut dengan notifikasi yang menyatakan, “Anda memiliki [x] tampilan tersisa. Buka kunci lirik dengan Premium.”
Pembatasan Akses Lirik Lagu
Langkah YouTube Music ini sejalan dengan tren industri yang semakin banyak mengunci fitur-fitur yang sebelumnya gratis di balik paywall langganan. Meskipun pesaing seperti Spotify masih menawarkan akses lirik secara gratis, YouTube Music kini mengambil langkah berbeda dengan membatasi fitur yang dianggap fundamental oleh banyak pendengar.

Bagi pengguna yang ingin terus menikmati akses lirik lagu tanpa batas, mereka harus berlangganan YouTube Music Premium dengan biaya sekitar $10,99 per bulan di Amerika Serikat. Langganan ini tidak hanya membuka akses lirik penuh, tetapi juga menawarkan pengalaman mendengarkan tanpa iklan, pemutaran di latar belakang, dan unduhan musik untuk didengarkan secara offline, serta fitur AI seperti “Ask Music”.
Alternatif lain adalah berlangganan YouTube Premium seharga $13,99 per bulan, yang mencakup semua manfaat YouTube Music Premium ditambah pengalaman bebas iklan di seluruh platform YouTube, unduhan video, dan pemutaran video di latar belakang.
Strategi Monetisasi Google
Langkah YouTube Music ini dipandang sebagai upaya Google untuk meningkatkan jumlah pelanggan berbayar. Pada awal Februari 2026, Google mengumumkan bahwa mereka telah memiliki lebih dari 325 juta langganan berbayar di seluruh layanan konsumen mereka, dengan adopsi yang kuat untuk Google One dan YouTube Premium. Pendapatan dari iklan dan langganan YouTube sendiri pada tahun 2025 mencapai lebih dari $60 miliar.
Sebelumnya, YouTube juga telah melakukan langkah serupa dengan membatasi fitur pemutaran di latar belakang untuk pengguna gratis pada aplikasi seluler. Selain itu, Google juga dilaporkan telah memblokir cara-cara pintas (workaround) yang memungkinkan pemutaran di latar belakang tanpa berlangganan melalui peramban pihak ketiga.
Pembatasan akses lirik ini, meskipun mungkin mengecewakan bagi sebagian pengguna, merupakan bagian dari strategi monetisasi yang lebih luas dari Google untuk mendorong konversi pengguna gratis menjadi pelanggan berbayar. Bagi pengguna yang mengutamakan akses lirik lengkap, berlangganan menjadi satu-satunya pilihan di platform YouTube Music saat ini.






