Apple secara resmi menghentikan produksi Mac Pro, mengakhiri lini produk desktop kelas atas yang telah lama menjadi ikon di dunia komputasi profesional. Keputusan ini menandai pergeseran strategis Apple dalam menawarkan solusi komputasi berperforma tinggi, dengan Mac Studio kini mengambil alih peran sebagai andalan baru bagi para profesional.
Penghentian produksi Mac Pro dikonfirmasi oleh berbagai laporan media terkemuka, termasuk 9to5Mac dan MacRumors. Perangkat yang terakhir diperbarui pada tahun 2023 dengan chip M2 Ultra ini kini telah dihapus dari situs web resmi Apple. Halaman pembelian Mac Pro kini dialihkan ke halaman utama lini produk Mac, dan semua referensi mengenai perangkat tersebut juga telah dihapus dari situs Apple. Apple juga telah mengonfirmasi bahwa tidak ada rencana untuk mengembangkan atau merilis iterasi Mac Pro di masa mendatang.
Pergeseran Fokus ke Efisiensi dan Kinerja Apple Silicon
Keputusan Apple untuk menghentikan Mac Pro didorong oleh evolusi lanskap teknologi dan fokus perusahaan pada arsitektur Apple Silicon. Sejak diperkenalkannya Mac Studio pada tahun 2022, perangkat tersebut dengan cepat menjadi pilihan utama bagi banyak profesional karena menawarkan kinerja yang sebanding, bahkan melampaui Mac Pro, dalam paket yang lebih ringkas dan efisien.
Mac Studio, yang kini ditenagai oleh chip M3 Ultra dan diharapkan segera mendapatkan pembaruan M5 Ultra, menawarkan keseimbangan yang lebih baik antara kekuatan komputasi, efisiensi energi, dan harga yang lebih terjangkau dibandingkan Mac Pro. Meskipun Mac Pro terakhir memiliki slot ekspansi PCIe, kemampuan ini menjadi kurang relevan dengan arsitektur Apple Silicon yang mengintegrasikan kinerja grafis dan komputasi secara mendalam. Keterbatasan utama pada Mac Pro Apple Silicon adalah tidak adanya dukungan untuk kartu grafis PCIe eksternal, yang dulunya menjadi salah satu keunggulan utamanya.
Mac Studio: Andalan Baru Profesional
Dengan absennya Mac Pro, Apple kini mengandalkan Mac Studio sebagai solusi desktop kelas atasnya. Mac Studio menawarkan konfigurasi yang kuat, termasuk chip M3 Ultra dengan CPU 32-core dan GPU 80-core, memori terpadu hingga 256GB, dan penyimpanan SSD hingga 16TB. Kombinasi ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan alur kerja profesional yang paling menuntut sekalipun.

Selain Mac Studio, lini produk desktop Apple saat ini mencakup iMac 24 inci dan Mac mini. Sementara itu, lini laptopnya terdiri dari MacBook Neo, MacBook Air, dan MacBook Pro. Strategi ini menunjukkan upaya Apple untuk menyederhanakan penawarannya sekaligus memastikan cakupan yang luas untuk berbagai kebutuhan pengguna, dari entry-level hingga profesional tingkat tinggi.
Akhir Sebuah Era Komputasi Modular
Mac Pro, yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 2006, telah menjadi simbol mesin yang kuat, modular, dan dapat disesuaikan untuk para profesional. Evolusinya mencakup desain tower tradisional hingga bentuk silinder yang ringkas pada tahun 2013, sebelum kembali ke desain tower modular pada tahun 2019. Namun, harga awal yang tinggi, mulai dari $6.999, serta pembaruan yang jarang, membuat popularitasnya menurun seiring waktu.
Penghentian Mac Pro menandai pergeseran Apple dari penekanan pada modularitas eksternal seperti slot PCIe, menuju integrasi sistem yang lebih erat melalui chip Apple Silicon. Bagi sebagian pengamat, keputusan ini mungkin terasa menyedihkan, mengingat warisan Mac Pro sebagai perangkat aspirasional bagi para penggemar teknologi. Namun, peralihan ini dipandang sebagai langkah logis dalam evolusi Apple menuju komputasi yang lebih efisien dan terintegrasi.



