Apple dilaporkan telah menaikkan harga unit penyimpanan eksternal yang dijual di toko ritelnya, baik daring maupun fisik. Kenaikan harga ini terjadi seiring dengan meningkatnya biaya komponen penyimpanan yang dipicu oleh kebutuhan infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
Kenaikan harga yang cukup signifikan ini telah memengaruhi berbagai model dan kapasitas SSD eksternal. Sebagai contoh, sebuah SanDisk SSD berkapasitas 4 terabita yang sebelumnya dijual sekitar 500 dolar AS, kini dibanderol mendekati 1.200 dolar AS. Sementara itu, model dengan kapasitas 1 terabita dari produsen yang sama mengalami kenaikan dari sekitar 120 dolar AS menjadi lebih dari 350 dolar AS. Kenaikan harga ini juga berlaku untuk drive berkapasitas lebih rendah dari pemasok yang sama.
Krisis Chip Global Pengaruhi Harga Penyimpanan
Kenaikan harga ini merupakan imbas dari krisis pasokan dan permintaan yang tengah dihadapi industri teknologi. Kebutuhan besar akan chip memori dan penyimpanan untuk pembangunan infrastruktur AI secara masif mengonsumsi sebagian besar kapasitas produksi global. Hal ini menyebabkan kelangkaan pasokan dan mendorong kenaikan harga komponen tersebut.

Mark Gurman dari Bloomberg melaporkan bahwa meskipun Apple menetapkan harga akhir produk, pengaruhnya terhadap harga komponen dari vendor pihak ketiga terbatas. Vendor-lah yang pada akhirnya menentukan harga barang karena Apple harus membeli produk tersebut dari mereka terlebih dahulu. Situasi ini tidak hanya berdampak pada harga, tetapi juga ketersediaan stok. Konsumen yang mencari drive eksternal dari Apple akan kesulitan menemukan unit yang tersedia karena pasokan yang terbatas.
Dampak AI pada Industri Penyimpanan
Masalah kelangkaan dan kenaikan harga penyimpanan ini bukan hanya dihadapi oleh Apple. Permintaan chip yang digunakan dalam RAM dan SSD untuk mendukung infrastruktur AI memengaruhi hampir semua pemain di industri. Pencarian untuk memori dan penyimpanan di platform seperti Amazon juga menunjukkan stok terbatas dan biaya yang meningkat, baik untuk drive SSD maupun hard disk mekanis.
Kondisi ini diperparah oleh fakta bahwa kapasitas produksi chip memori dan penyimpanan tidak dapat mengimbangi laju permintaan yang terus meningkat. Produsen chip kini memprioritaskan pesanan dari pusat data AI yang menawarkan margin keuntungan lebih tinggi, dibandingkan produk konsumen. Situasi ini diperkirakan tidak akan segera membaik dalam jangka pendek, mengingat kebutuhan AI terhadap chip diperkirakan akan terus melonjak.
Prospek Jangka Panjang dan Implikasi bagi Konsumen
Krisis pasokan chip memori dan penyimpanan ini diperkirakan akan terus berlanjut sepanjang tahun 2026, bahkan mungkin lebih lama. Investasi besar dalam fasilitas produksi baru memang telah diumumkan, namun pabrik-pabrik tersebut baru akan mulai beroperasi dalam beberapa tahun ke depan. Hal ini berarti konsumen kemungkinan harus bersabar menunggu hingga biaya produksi mulai menurun kembali.
Bagi para profesional kreatif seperti editor video dan fotografer yang sangat bergantung pada penyimpanan eksternal berkapasitas besar, situasi ini menimbulkan tantangan tersendiri. Keterbatasan pasokan dan kenaikan harga yang signifikan memaksa mereka untuk mencari alternatif lain, seperti solusi penyimpanan awan (cloud storage), meskipun hal tersebut mungkin memiliki implikasi biaya dan kecepatan akses yang berbeda.
Kenaikan harga ini juga menunjukkan pergeseran fundamental dalam pasar komponen teknologi. Era harga komponen perangkat keras yang terus menurun tampaknya telah berakhir sementara waktu, digantikan oleh dinamika pasokan dan permintaan yang dipengaruhi oleh perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan.


