Gadget Smartphone

Harga HP Naik di 2026 Akibat Lonjakan Permintaan Chip AI, Ini Penjelasannya

Advertisement

​Para analis industri memprediksi harga smartphone di pasar global akan mengalami kenaikan signifikan pada tahun 2026. Fenomena ini utamanya disebabkan oleh lonjakan permintaan komponen memori, seperti RAM dan chip, yang didorong oleh pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI). Kenaikan ini diperkirakan akan berdampak pada harga jual perangkat, memaksa konsumen untuk menyiapkan anggaran lebih besar.

Peningkatan permintaan chip memori untuk kebutuhan AI telah menciptakan kelangkaan pasokan. Kapasitas produksi semikonduktor dunia kini sebagian besar dialihkan untuk memenuhi kebutuhan pusat data AI, yang membutuhkan daya komputasi sangat tinggi. Akibatnya, pasokan komponen untuk perangkat konsumen seperti smartphone dan PC menjadi terbatas, sehingga mendorong harga komponen tersebut meroket.

Lonjakan Permintaan Komponen AI

Perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI) telah memicu krisis chip memori global. Permintaan akan perangkat keras penunjang AI, terutama unit pemrosesan grafis (GPU) dan chip khusus, mengalami lonjakan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan daya pemrosesan dan memori yang sangat besar untuk menjalankan model besar bahasa (LLM) dan komputasi generatif AI. Raksasa teknologi seperti Microsoft, Google, dan ByteDance dilaporkan sedang berjuang keras untuk mendapatkan pasokan chip memori dari produsen besar seperti Micron, Samsung Electronics, dan SK Hynix.

Lonjakan permintaan ini tidak hanya berdampak pada pasar smartphone, tetapi juga merambah ke perangkat lain seperti PC, laptop, dan bahkan konsol game. Laporan dari firma riset pasar TrendForce menunjukkan bahwa harga di beberapa segmen chip memori telah lebih dari dua kali lipat sejak Februari 2025, dan diperkirakan akan terus berlanjut.

Dampak pada Harga Smartphone

Kenaikan harga komponen memori, khususnya RAM, menjadi salah satu faktor utama yang mendorong naiknya biaya produksi smartphone. Harga kontrak DRAM diperkirakan naik sekitar 55-60% pada kuartal pertama 2026. Hal ini secara langsung berpotensi mendorong kenaikan harga jual perangkat di Indonesia. Associate Market Analyst Devices Research IDC Indonesia, Vanessa Aurelia, menyatakan bahwa kenaikan harga dari sejumlah vendor dan model terbaru sudah mulai terlihat sejak awal tahun 2026.

IDC memperkirakan segmen smartphone dengan harga terjangkau akan paling terdampak, karena margin keuntungan vendor di segmen ini relatif tipis sehingga sulit menyerap kenaikan biaya produksi. “Karena itu, kenaikan harga akan lebih terlihat di segmen ini,” jelasnya. Dalam skenario terburuk, IDC memprediksi kenaikan harga jual rata-rata smartphone bisa mencapai 6 hingga 8 persen, bahkan pasar smartphone secara keseluruhan berpotensi menyusut hingga 5,2 persen.

Advertisement

Produsen Smartphone Menyesuaikan Strategi

Menghadapi situasi ini, beberapa produsen smartphone Tiongkok telah melakukan penyesuaian produksi. Xiaomi, misalnya, dilaporkan telah mempersempit proyeksi produksinya untuk tahun 2026 dari target awal. Hal ini merupakan konsekuensi dari kelangkaan memori global yang memengaruhi industri elektronik konsumen.

Samsung, sebagai produsen memori terbesar di dunia, juga mengakui adanya potensi kenaikan harga produk. Presiden Samsung Electronics, Wonjin Lee, menyatakan bahwa perusahaan mungkin harus mempertimbangkan kembali penetapan harga banyak lini produk untuk mengimbangi biaya produksi yang meningkat akibat kelangkaan chip memori. “Harga terus naik saat ini juga. Jelas, kami tidak ingin membebankan hal itu kepada konsumen, tetapi kami akan sampai pada titik di mana kami harus mempertimbangkan untuk menetapkan harga ulang produk kami,” ungkap Lee.

Tips Menyikapi Kenaikan Harga

Mengingat potensi kenaikan harga smartphone di tahun 2026, konsumen disarankan untuk lebih bijak dalam melakukan pembelian. Perencanaan yang matang, perbandingan harga antar merek dan model, serta pemilihan spesifikasi yang sesuai kebutuhan menjadi kunci agar kenaikan harga tidak mengurangi manfaat penggunaan teknologi sehari-hari.

Beberapa analis memprediksi konsumen mungkin akan cenderung menunda pembelian, beralih ke merek lain, memilih model lama, atau bahkan turun ke segmen harga yang lebih rendah. Pasar smartphone Indonesia diperkirakan akan tetap resilien, namun menjadi lebih sensitif terhadap harga, terutama pada segmen menengah ke bawah.

Advertisement