Ogan Ilir – Jembatan besi yang berlokasi di Lubuk Rukam, Kecamatan Kandis, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, dilaporkan ambruk. Kondisi ini memaksa sebagian besar pelajar di wilayah tersebut untuk menggunakan perahu sebagai moda transportasi utama demi bisa bersekolah.
Menurut Kepala BPBD Ogan Ilir, Edi Rahmat, putusnya jembatan tersebut tidak hanya menghentikan mobilitas warga, tetapi juga sangat mengganggu aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan masyarakat di daerah itu. Ia menyatakan bahwa pihaknya telah menyiagakan satu unit perahu fiber untuk membantu kelancaran aktivitas warga.
Bantuan Perahu Fiber untuk Mobilitas Warga
“Kita menyiagakan satu perahu fiber untuk membantu aktivitas masyarakat. Perahu hanya untuk warga yang mau ke kebun, siswa yang ingin bersekolah, dan aktivitas masyarakat lainnya,” ujar Edi Rahmat, Sabtu (24/1/2026).
Bagi warga yang hendak melintas menggunakan kendaraan, sementara waktu dialihkan melalui jalur alternatif. “Warga yang mau melintas dengan kendaraan diarahkan ke jalan alternatif. Kita siapkan perahu fiber hanya untuk mengangkut warga saja,” jelasnya.
Perahu fiber tersebut, lanjut Edi, akan disiagakan di lokasi jembatan yang ambruk selama sepekan ke depan. “Untuk sementara ini satu perahu dulu. Kita siagakan untuk satu minggu, selanjutnya akan kita evaluasi dan minta arahan bupati,” tuturnya.
Warga yang menggunakan fasilitas perahu fiber ini diwajibkan mengenakan pelampung atau life jacket demi menjamin keselamatan dan keamanan selama penyeberangan. Perahu tersebut memiliki kapasitas angkut sekitar 8 hingga 10 orang untuk setiap kali penyeberangan.






