Motorola kembali meramaikan pasar ponsel entry-level dengan meluncurkan dua perangkat terbarunya, yaitu Motorola G17 dan Motorola G17 Power. Kedua ponsel ini dirilis di Eropa pada Rabu (28/1/2026) dan menawarkan kombinasi desain khas Motorola dengan spesifikasi yang cukup menarik di kelasnya, terutama pada sektor daya tahan baterai.
Motorola G17 dan G17 Power hadir dengan tampilan yang identik, mengusung desain layar berlubang (punch hole) di bagian depan dan modul kamera belakang yang terintegrasi mulus dengan penampang perangkat. Perbedaan utama antara kedua model ini terletak pada kapasitas baterai dan sedikit perbedaan pada bobotnya.
Perbedaan Kapasitas Baterai dan Bobot
Motorola G17 dibekali dengan baterai berkapasitas 5.200 mAh, yang sudah cukup memadai untuk penggunaan sehari-hari. Sementara itu, model G17 Power menawarkan kapasitas baterai yang lebih besar, yaitu 6.000 mAh, menjadikannya pilihan menarik bagi pengguna yang membutuhkan daya tahan ekstra. Perbedaan kapasitas baterai ini juga berimplikasi pada bobot perangkat. Motorola G17 Power memiliki bobot 201,5 gram, sedikit lebih berat dibandingkan Motorola G17 yang berbobot 189,9 gram.
Spesifikasi Layar, Chipset, dan Kamera yang Serupa
Dalam hal spesifikasi layar, chipset, dan konfigurasi kamera, Motorola G17 dan G17 Power dibuat sama persis. Kedua ponsel ini dilengkapi layar berukuran 6,72 inci dengan resolusi Full HD Plus dan refresh rate 60 Hz. Layar tersebut juga dilindungi oleh kaca pelindung Gorilla Glass 3.

Untuk performa, kedua smartphone ini ditenagai oleh chipset MediaTek Helio G81 Extreme yang memiliki CPU dengan clockspeed hingga 2,0 GHz dan GPU Mali-G52. Chipset ini dipadukan dengan pilihan RAM hingga 8 GB dan penyimpanan internal sampai 256 GB. Pengguna juga dapat memperluas kapasitas penyimpanan hingga 1 TB melalui slot microSD yang tersedia.
Pada sektor fotografi, Motorola G17 dan G17 Power dibekali dengan sistem tiga kamera belakang. Konfigurasi ini terdiri dari kamera utama 50 MP (f/1.8) dengan sensor Sony Lytia 600, kamera ultrawide 5 MP (f/1.88), serta sensor tambahan untuk mereduksi efek flicker. Untuk kebutuhan swafoto dan panggilan video, kedua ponsel ini dilengkapi kamera depan beresolusi 32 MP (f/2.2).
Dukungan Pengisian Daya dan Sistem Operasi
Perbedaan kapasitas baterai juga menghadirkan perbedaan dalam teknologi pengisian daya cepat. Motorola G17 mendukung pengisian daya cepat 18 watt, sedangkan Motorola G17 Power hadir dengan dukungan fast charging yang lebih kencang, yaitu 30 watt.
Kedua perangkat ini menjalankan sistem operasi Android 15 dengan antarmuka khas Motorola, Hello UX. Namun, detail mengenai durasi pembaruan sistem operasi (OS) maupun patch keamanan yang akan diterima oleh kedua ponsel ini belum dirinci lebih lanjut.
Fitur Tambahan dan Ketersediaan
Motorola G17 dan G17 Power dilengkapi dengan berbagai fitur pendukung seperti sertifikasi ketahanan debu dan air dengan rating IP64, NFC, jack audio 3,5 mm, speaker stereo berteknologi Dolby Atmos, Radio FM, WiFi, serta Bluetooth 5.4. Fitur keamanan juga mencakup pemindai sidik jari dan face unlock.
Kedua ponsel ini hadir dalam pilihan warna menarik seperti Pantone Bordeaux, Pantone Alaskan Blue, dan Pantone Evening Blue. Motorola G17 telah dirilis di beberapa wilayah Eropa, termasuk Jerman dan Inggris. Di Jerman, model 8/128 GB dibanderol 199,99 euro (sekitar Rp 4 juta), sementara di Inggris, versi 4/128 GB dijual seharga 149,99 poundsterling (sekitar Rp 3,4 juta). Hingga kini, harga untuk Motorola G17 Power belum diumumkan secara resmi.
Motorola belum memberikan informasi apakah kedua ponsel ini akan turut diluncurkan di pasar Indonesia. Harga perangkat elektronik di Eropa umumnya lebih tinggi dibandingkan negara lain karena adanya pajak dan faktor lainnya.






