Gadget Smartphone

Samsung Galaxy S26 Ultra Diprediksi Meluncur dengan Harga Rp22 Jutaan, Ini Alasannya

Advertisement

Samsung Galaxy S26 Ultra diprediksi akan hadir dengan label harga yang lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya, Galaxy S25 Ultra. Kenaikan harga ini diperkirakan mencapai kisaran 6 persen, didorong oleh lonjakan harga komponen memori global yang turut memengaruhi produsen elektronik besar seperti Samsung. Laporan industri memprediksi harga Galaxy S26 Ultra bisa mencapai US$1.350 hingga US$1.400, atau setara dengan Rp21,9 juta hingga Rp22,7 juta, menjadikannya salah satu ponsel flagship termahal yang pernah dirilis Samsung di luar lini ponsel lipat.

Kenaikan harga ini bukan semata-mata untuk mengejar keuntungan, melainkan sebuah konsekuensi dari spesifikasi yang semakin membutuhkan sumber daya memori besar. Standar RAM yang lebih tinggi menjadi salah satu faktor utama, mengingat kebutuhan untuk menjalankan fitur kecerdasan buatan (AI) yang semakin kompleks. Selain itu, penggunaan panel layar terbaru dan sensor kamera mutakhir juga berkontribusi pada peningkatan biaya produksi. Kompleksitas fabrikasi chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 pun turut menambah beban modal produksi ponsel terbaru ini.

Spesifikasi Unggulan dan Kenaikan Biaya Produksi

Samsung Galaxy S26 Ultra diproyeksikan akan mengusung teknologi tercanggih di berbagai lini. Kebutuhan akan RAM yang lebih cepat dan kapasitas besar menjadi krusial untuk mendukung performa fitur AI yang terus berkembang. Fitur-fitur AI ini memerlukan daya komputasi yang signifikan, sehingga standar RAM yang lebih tinggi menjadi keharusan.

Samsung Galaxy AI. Foto: Ap Photo/Lee Jin Man
Samsung Galaxy AI. Foto: Ap Photo/Lee Jin Man

Selain aspek memori dan performa, sektor visual juga menjadi perhatian. Penggunaan panel layar terbaru yang menawarkan kualitas visual superior serta sensor kamera mutakhir turut mendorong biaya produksi mencapai titik tertinggi. Inovasi dalam teknologi layar dan kamera seringkali melibatkan komponen yang lebih mahal dan proses manufaktur yang lebih rumit.

Fitur Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5
Fitur Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5. Foto: Jagat Gadget

Kompleksitas dalam pembuatan chipset terbaru, Snapdragon 8 Elite Gen 5, juga menjadi salah satu kontributor utama membengkaknya modal produksi. Chipset canggih ini membutuhkan proses fabrikasi yang presisi dan teknologi mutakhir, yang secara inheren meningkatkan biaya pengembangannya. Gabungan dari berbagai komponen premium dan teknologi canggih inilah yang pada akhirnya mendorong harga jual ponsel menjadi lebih tinggi.

Advertisement

Strategi Dilematis Samsung

Meskipun prediksi harga sudah beredar, Samsung masih memilih untuk menutup rapat informasi resmi mengenai harga jual Galaxy S26 Ultra. Keputusan ini menempatkan perusahaan asal Korea Selatan itu dalam posisi dilematis. Di satu sisi, mempertahankan harga lama dapat berisiko menimbulkan kerugian finansial mengingat kenaikan biaya produksi.

Di sisi lain, menaikkan harga jual tentu berpotensi menimbulkan protes dari sebagian konsumen setianya. Analis industri memandang bahwa Samsung harus cermat dalam menyeimbangkan antara menjaga margin keuntungan dan kepuasan pelanggan. Keputusan mengenai strategi penetapan harga ini akan menjadi krusial bagi penerimaan pasar terhadap produk flagship terbarunya.

Bagi para penggemar dan calon pembeli yang berencana melakukan pembaruan perangkat ke Galaxy S26 Ultra saat peluncurannya, disarankan untuk mulai mempersiapkan anggaran yang lebih besar. Tren kenaikan harga pada perangkat flagship ini diprediksi tidak hanya akan diikuti oleh Samsung, tetapi juga oleh produsen ponsel premium lainnya sepanjang tahun 2026. Hal ini menunjukkan pergeseran lanskap pasar ponsel kelas atas yang semakin mengedepankan teknologi canggih dengan konsekuensi harga yang menyertainya.

Advertisement