Xiaomi 18 diprediksi tidak akan menggunakan chipset teratas dari Qualcomm untuk generasi mendatang, sebuah keputusan yang berpotensi memengaruhi performa flagship terbaru mereka. Laporan terbaru mengindikasikan bahwa Xiaomi 18 kemungkinan besar akan menggunakan chipset yang sedikit di bawah seri teratas dari Qualcomm, bukan yang paling canggih dari lini produk terbaru perusahaan semikonduktor asal Amerika Serikat tersebut.
Keputusan ini muncul di tengah spekulasi mengenai ketersediaan dan strategi pemilihan komponen oleh Xiaomi untuk perangkat andalan mereka. Meskipun detail spesifik mengenai chipset pengganti belum sepenuhnya terungkap, sumber-sumber industri menunjukkan bahwa Xiaomi mungkin memilih solusi yang lebih seimbang antara performa, ketersediaan, dan biaya. Hal ini menjadi krusial mengingat persaingan ketat di pasar smartphone premium yang menuntut inovasi berkelanjutan.
Pergeseran Strategi Chipset Xiaomi
Laporan dari GSM Arena mengemukakan bahwa Xiaomi 18 tidak akan dilengkapi dengan chipset teratas Qualcomm generasi berikutnya. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai alasan di balik keputusan tersebut, apakah terkait dengan pasokan chip, optimalisasi performa, atau strategi pasar.

Beberapa bocoran mengindikasikan bahwa seri Xiaomi 18, termasuk model Pro dan Pro Max, akan ditenagai oleh chipset Snapdragon 8 Elite Gen 6. Namun, ada kemungkinan varian Ultra dari seri ini akan menggunakan versi Pro dari chipset tersebut untuk performa yang lebih tinggi lagi. Keputusan ini menunjukkan bahwa meskipun tidak mendapatkan chip paling puncak, Xiaomi 18 tetap akan dibekali dengan performa yang sangat mumpuni.
Potensi Chipset dan Kapan Dirilis
Meskipun tidak menggunakan chipset teratas, Snapdragon 8 Elite Gen 6 sendiri merupakan peningkatan signifikan dari generasi sebelumnya. Chipset ini menjanjikan peningkatan performa, efisiensi daya, dan kemampuan kecerdasan buatan (AI) yang lebih baik, yang krusial untuk tugas-tugas berat seperti fotografi komputasional, gaming, dan multitasking.
Seri Xiaomi 18 secara keseluruhan diperkirakan akan meluncur pada paruh kedua tahun 2026, dengan Tiongkok sebagai pasar pertama. Peluncuran global diperkirakan akan menyusul setelahnya. Beberapa sumber menyebutkan peluncuran di Tiongkok kemungkinan besar akan dilakukan pada bulan September 2026, bersamaan dengan debut seri Vivo X500. Ada juga perkiraan peluncuran di bulan September 2026 untuk pasar Jerman dan Amerika Serikat, serta prediksi peluncuran di bulan September 2026 untuk pasar global.
Fokus pada Peningkatan Kamera dan Fitur Lain
Terlepas dari isu chipset teratas, seri Xiaomi 18 dikabarkan akan membawa peningkatan besar di sektor kamera. Model Pro dan Pro Max secara khusus digadang-gadang akan hadir dengan konfigurasi kamera ganda 200 megapiksel. Ini merupakan lompatan besar dalam hal resolusi dan detail gambar, yang dapat memberikan pengalaman fotografi yang belum pernah ada sebelumnya di ponsel pintar.

Selain itu, model standar Xiaomi 18 juga berpotensi mendapatkan peningkatan signifikan, termasuk kemungkinan adopsi kamera telefoto periskop. Fitur ini biasanya memungkinkan kemampuan zoom optik yang lebih jauh tanpa membuat bodi ponsel menjadi terlalu tebal. Xiaomi juga dikabarkan akan mempertahankan konsep layar sekunder di bagian belakang pada model Pro, yang dapat dimanfaatkan untuk notifikasi atau pratinjau kamera.
Dari segi spesifikasi lain, Xiaomi 18 diperkirakan akan hadir dengan layar LTPO AMOLED berukuran sekitar 6.3 hingga 6.4 inci dengan refresh rate 120Hz atau 144Hz, dan resolusi tinggi. Kapasitas baterai yang besar, mulai dari 7000 mAh hingga 8000 mAh, juga diperkirakan akan menjadi salah satu keunggulan, didukung dengan teknologi pengisian daya cepat yang canggih. Sistem operasi yang dijalankan kemungkinan adalah Android 16 dengan antarmuka HyperOS 3.






