Disney+ secara sengaja menonaktifkan dukungan untuk format High Dynamic Range (HDR) canggih, termasuk Dolby Vision dan HDR10+, di beberapa negara Eropa. Langkah ini diambil menyusul sengketa paten yang melibatkan perusahaan teknologi InterDigital di Jerman, yang telah memaksa platform streaming tersebut untuk membatasi kualitas gambar penggunanya hanya pada format HDR10. Keputusan ini pertama kali terlihat pada akhir tahun 2025 di Jerman dan kini meluas ke negara-negara Eropa lainnya.
Perubahan ini menyebabkan penurunan kualitas visual bagi pelanggan Disney+ Premium di negara-negara yang terdampak, meskipun mereka tetap membayar biaya langganan penuh. Laporan dari FlatpanelsHD dan Heise mengonfirmasi bahwa sengketa paten tersebut berkaitan dengan pelanggaran paten yang dipegang oleh InterDigital, sebuah perusahaan yang dikenal kerap mengajukan tuntutan hukum terkait paten terhadap perusahaan teknologi besar lainnya, termasuk Amazon dan Samsung. Pengadilan Jerman dilaporkan telah mengeluarkan perintah injungsi yang memengaruhi pemutaran konten HDR di Disney+.
Dampak Meluas di Eropa
Sejak awal Februari 2026, keluhan mengenai hilangnya dukungan Dolby Vision dan HDR10+ mulai bermunculan dari pengguna di berbagai negara Eropa, termasuk Prancis, Belanda, Belgia, Portugal, dan Polandia. Fenomena ini juga dilaporkan terjadi di negara-negara Nordik. FlatpanelsHD sendiri telah mengonfirmasi isu ini pada perangkat mereka.

Dalam tanggapannya kepada FlatpanelsHD, Disney menyatakan bahwa ketidaktersediaan dukungan Dolby Vision di beberapa negara Eropa disebabkan oleh “tantangan teknis”. Perusahaan tersebut juga menambahkan bahwa mereka sedang berupaya memulihkan akses dan akan memberikan pembaruan sesegera mungkin. Namun, Disney tidak secara langsung mengonfirmasi atau menyangkal adanya kaitan antara masalah ini dengan kasus paten yang sedang berlangsung.
Meskipun Disney mengklaim adanya “tantangan teknis”, penghapusan referensi Dolby Vision dari halaman dukungan resmi Disney+ di Eropa, bahkan hingga ke halaman dukungan di Amerika Serikat, menimbulkan spekulasi bahwa masalah ini lebih bersifat struktural dan legal daripada sekadar gangguan sementara. Laporan dari TechRadar menyebutkan bahwa penghapusan referensi ini dari situs web dukungan menandakan kemungkinan masalah yang lebih luas daripada sekadar bug aplikasi.
Sengketa Paten dan Implikasinya
Kasus ini bermula ketika Pengadilan Regional Munich memerintahkan Disney untuk menghentikan pelanggaran paten kompresi video tertentu yang dimiliki oleh InterDigital pada akhir tahun 2025. Injungsi yang dikeluarkan pengadilan tersebut secara spesifik memengaruhi kemampuan Disney untuk menyiarkan konten dalam format HDR.
InterDigital sendiri memiliki rekam jejak dalam mengajukan tuntutan hukum terkait paten terhadap berbagai perusahaan teknologi besar. Keterlibatan InterDigital dalam kasus ini menambah kompleksitas situasi, di mana Disney kini menghadapi dilema antara mematuhi perintah pengadilan dan mempertahankan kualitas visual premium yang diharapkan oleh pelanggannya.
Sebagai akibatnya, pelanggan Disney+ Premium di wilayah yang terdampak kini hanya dapat menikmati konten dalam format HDR10. Format ini, meskipun masih menawarkan kualitas gambar yang baik, tidak sebanding dengan rentang warna dan kecerahan dinamis yang ditawarkan oleh Dolby Vision dan HDR10+. Penghapusan fitur ini menimbulkan kekecewaan di kalangan pengguna yang telah berlangganan untuk mendapatkan pengalaman menonton terbaik.
Dukungan 3D Juga Terdampak
Selain Dolby Vision dan HDR10+, dukungan untuk konten 3D juga dilaporkan menghilang di beberapa negara Eropa. Format 3D di Disney+ sebelumnya hanya tersedia secara eksklusif di perangkat Apple Vision Pro. Namun, kini, ketersediaannya juga terpengaruh oleh sengketa paten ini.
Hingga saat ini, belum ada kejelasan mengenai kapan akses penuh ke Dolby Vision dan HDR10+ akan dipulihkan. Disney menyatakan komitmennya untuk mengatasi masalah ini, namun para pelanggan di Eropa harus bersabar menantikan solusi dari “tantangan teknis” yang dihadapi platform streaming tersebut.






