Tahun 2026 menjadi saksi bisu semakin populernya fitur pemantauan gula darah pada perangkat smartwatch. Klaim kemampuan membaca kadar glukosa langsung dari pergelangan tangan tanpa jarum suntik semakin sering ditemui pada model-model yang beredar di pasaran, terutama yang dijual secara online. Fenomena ini tentu disambut antusias oleh banyak orang yang menginginkan kemudahan dalam memantau kesehatan mereka.
Namun, di balik kepraktisan yang ditawarkan, muncul pertanyaan krusial: seberapa akurat data yang disajikan oleh smartwatch ini? Temuan dari Otoritas Jaringan Federal Jerman memberikan gambaran yang perlu dicermati. Dalam pengawasan pasar yang mereka lakukan, ditemukan bahwa tidak sedikit perangkat yang memasarkan fitur pemantauan glukosa darah padahal secara teknis tidak benar-benar mengukur glukosa. Angka yang ditampilkan seringkali merupakan hasil dari pengolahan data sensor lain atau perhitungan sistem, bukan pengukuran langsung seperti yang dilakukan alat medis profesional.
Teknologi Pemantauan Gula Darah Masih Berkembang
Secara teknologi, pemantauan glukosa yang akurat saat ini masih sangat bergantung pada metode invasif atau perangkat continuous glucose monitor (CGM) eksternal. Ini berarti, smartwatch yang berdiri sendiri belum mampu menyamai tingkat presisi alat medis khusus. Perbedaan mendasar ini penting untuk dipahami agar data yang diperoleh dari wearable device tersebut dapat dilihat sebagai informasi tambahan, bukan sebagai pengganti pemeriksaan medis profesional.

Salah satu contoh yang pernah disorot adalah Kospet iHeal 6. Pengujian menunjukkan bahwa angka “glukosa” yang dihasilkan perangkat ini kerap kali berbeda signifikan dibandingkan dengan alat medis yang terstandarisasi. Situasi seperti ini yang kemudian mendorong regulator untuk mengingatkan para pengguna agar tidak serta-merta menjadikan data dari perangkat konsumen sebagai satu-satunya rujukan.
Perkembangan Fitur Kesehatan di Smartwatch
Meskipun demikian, perkembangan fitur kesehatan pada smartwatch memang berjalan sangat pesat. Sepanjang tahun 2025, fitur pemantauan gula darah mulai ramai diperbincangkan dan dijanjikan akan menjadi standar baru pada model-model mendatang. Beberapa produsen besar seperti Samsung dan Apple disebut-sebut menjadi pemain utama yang berpotensi membawa teknologi ini ke pasar global dengan tingkat akurasi yang lebih baik, seiring dengan persetujuan regulasi medis yang ketat.
Samsung, dengan agresivitasnya di sektor kesehatan yang telah terbukti melalui fitur pengukuran tekanan darah, memiliki potensi kuat untuk menjadi yang terdepan. Sementara itu, Apple dikenal dengan fokusnya pada presisi dan integrasi ekosistem yang mulus, sehingga jika mereka merilis fitur ini, dipastikan akurasinya akan sangat tinggi dan telah melalui pengujian ketat. Perusahaan seperti Garmin juga terus berinovasi, salah satunya melalui kemitraan dengan Twin Health yang mengintegrasikan data dari jam tangan pintar Garmin dengan data metabolisme pasien untuk pemantauan diabetes yang lebih komprehensif.
Perbandingan dan Rekomendasi
Dibandingkan dengan alat medis khusus, smartwatch dengan fitur pemantauan gula darah masih memiliki pekerjaan rumah besar terkait akurasi. Data yang disajikan lebih cocok sebagai indikator awal atau pelengkap, bukan sebagai diagnosis medis. Bagi pengguna yang memiliki kondisi diabetes atau kekhawatiran serius mengenai kadar gula darah, sangat disarankan untuk tetap mengandalkan alat ukur glukosa darah konvensional atau berkonsultasi dengan profesional medis.
Namun, bagi mereka yang ingin mendapatkan gambaran umum tentang bagaimana pola makan dan aktivitas fisik memengaruhi kadar gula darah dalam kehidupan sehari-hari, smartwatch dengan fitur ini bisa menjadi alat bantu yang menarik. Penting untuk selalu bijak dalam menafsirkan informasi yang ditampilkan layar, dan tidak ragu untuk melakukan verifikasi medis jika diperlukan.
Kesimpulan
Fitur pemantauan gula darah pada smartwatch di tahun 2026 menawarkan kemudahan dan potensi besar sebagai alat kesehatan preventif. Namun, isu akurasi yang belum sepenuhnya teruji menjadi catatan penting. Pengguna perlu memahami batasan teknologi ini dan tidak menjadikannya sebagai pengganti pemeriksaan medis profesional. Perkembangan lebih lanjut dan regulasi yang jelas akan menjadi kunci untuk menjadikan fitur ini benar-benar andal di masa depan.






