Bencana tanah longsor melanda Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat, pada Sabtu (24/1/2026) dini hari. Peristiwa tragis ini menimbun sekitar 30 rumah dan menyebabkan puluhan warga dilaporkan hilang serta puluhan lainnya meninggal dunia.
Longsor Timbun 30 Rumah Akibat Hujan Deras
Longsor terjadi sekitar pukul 03.00 WIB setelah kawasan tersebut diguyur hujan deras disertai angin kencang selama dua hari berturut-turut. Kepala Desa Pasirlangu, Nur Awaludin Lubis, menyatakan bahwa informasi awal menyebutkan 30 rumah tertimbun. “Kejadiannya sekitar jam 03.00 pagi, pusatnya di RT 05/11. Memang sudah dua hari ini hujan terus,” kata Nur Awaludin, Sabtu (24/1). Ia menambahkan bahwa pihaknya masih terus melakukan pendataan untuk memastikan jumlah korban jiwa.
23 Prajurit TNI Diduga Hilang
Beredar kabar bahwa 23 prajurit TNI dilaporkan hilang saat longsor menerjang Kecamatan Cisarua. Kepala Penerangan Kodam III/Siliwangi, Kolonel Inf Mahmuddin, menyatakan pihaknya masih menelusuri kabar tersebut. “Saya belum bisa mendapatkan informasi terkait apakah ada anggota kami di antara 23 personel tersebut. Nanti akan saya konfirmasi kembali,” ujar Mahmuddin, Sabtu (24/1). Fokus utama saat ini adalah proses evakuasi warga, meskipun upaya pencarian sempat terhambat oleh cuaca ekstrem.
Belasan Jenazah Ditemukan, Puluhan Orang Hilang
Hingga Minggu (25/1), petugas evakuasi berhasil menemukan 11 jenazah korban longsor. Sebanyak 79 warga lainnya masih dilaporkan hilang. “Jadi sampai pagi hari ini, laporan yang kita terima itu ada 11 yang ditemukan, 23 selamat, dan 79 masih dicari,” kata Kapolres Cimahi AKBP Niko N. Adi Putra, Minggu (25/1). Proses pencarian dilanjutkan dengan menyisir titik-titik yang dicurigai menjadi lokasi tertimbunnya korban.
7 Jenazah Teridentifikasi dari 16 Kantong
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jabar menerima total 16 kantong jenazah korban longsor di Cisarua. Sebanyak tujuh jenazah telah berhasil diidentifikasi. Kabid Humas Polda Jabar Kombes Hendra Rochmawan menjelaskan bahwa 10 kantong jenazah diterima pada Sabtu (24/1) dan enam kantong lainnya pada Minggu (25/1). “Dari 16 kantong jenazah tersebut, sebanyak 7 jenazah telah berhasil diidentifikasi, sementara 9 lainnya masih dalam proses identifikasi,” kata Hendra, Minggu (25/1).
Operasi SAR 24 Jam, Wapres Tinjau Lokasi
Operasi SAR (Search and Rescue) dilakukan selama 24 jam non-stop untuk mencari korban yang masih hilang. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, didampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, dan Kepala BNPB Letjen TNI Suhartanto, meninjau langsung lokasi longsor. “Saat ini, prioritas utama adalah penyelamatan jiwa. Oleh karena itu, operasi SAR dilakukan 24 jam, non-stop. Mengingat masih terdapat sekitar cukup banyak warga yang dalam pencarian,” ujar Pratikno, Minggu (25/1).
Alat Berat Dikerahkan, Kondisi Tanah Labil Jadi Kendala
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan alat berat untuk membantu operasi pencarian. Namun, kondisi tanah yang masih labil menjadi tantangan bagi tim SAR gabungan. “Pengerahan alat berat juga telah dilakukan, namun kondisi tanah yang masih labil menjadi tantangan bagi tim SAR gabungan dalam melakukan operasi pencarian,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya, Minggu (25/1). Operasi pencarian telah memasuki hari ketiga.
Kemensos Siapkan Santunan dan Perbaikan Rumah
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan Kementerian Sosial akan memberikan santunan kepada korban meninggal dan luka berat, serta bantuan perbaikan rumah yang rusak. Pemerintah juga akan mendirikan dapur umum di lokasi pengungsian. “Setiap ada bencana, Kementerian Sosial bekerja sama dengan BNPB dan juga pemerintah daerah memberikan dukungan logistik untuk keperluan di pengungsian maupun juga pembuatan dapur umum,” kata Gus Ipul di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Minggu (25/1).
Korban Tewas Capai 25 Jiwa
Hingga Minggu (25/1) sore, total 25 jasad korban longsor di Cisarua telah diterima oleh tim DVI Polda Jawa Barat di posko Puskesmas Pasirlangu. Dari total 113 jiwa yang terdampak, 23 orang ditemukan selamat, menyisakan 65 orang yang masih belum ditemukan sejak kejadian Sabtu (24/1). “Kita sinkronisasi data dengan hasil tim yang ada di lokasi kejadian, sampai jam 17.00 ini kantong jenazah yang dikirim ke posko ada 25 kantong,” kata Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, Minggu (25/1).






