Google mengumumkan peluncuran serangkaian fitur keamanan baru yang dirancang untuk memperkuat perlindungan perangkat Android dari upaya pencurian. Pembaruan ini bertujuan untuk membuat ponsel curian menjadi kurang bernilai bagi pelaku kejahatan dan melindungi data pribadi pengguna secara lebih efektif.
Fitur-fitur baru ini, yang sebagian besar akan tersedia pada perangkat yang menjalankan Android 16 dan versi yang lebih baru, mencakup peningkatan signifikan dalam mendeteksi dan mencegah akses ilegal setelah ponsel dicuri. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap maraknya kasus pencurian ponsel yang seringkali berujung pada penyalahgunaan data pribadi dan penipuan finansial.
Perlindungan Berlapis untuk Pengguna Android
Pembaruan keamanan ini berfokus pada tiga fase krusial: sebelum, saat, dan setelah terjadinya upaya pencurian. Salah satu fitur unggulan adalah Theft Detection Lock, yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) serta sensor gerakan, Wi-Fi, dan Bluetooth perangkat. Fitur ini dirancang untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan, seperti ponsel yang tiba-tiba diambil dan dibawa lari, atau gerakan yang terkait dengan pencurian saat bersepeda atau berkendara. Jika terdeteksi, layar perangkat akan otomatis terkunci untuk melindungi kontennya.
Selain itu, Failed Authentication Lock memberikan perlindungan tambahan. Fitur ini akan mengunci layar perangkat secara otomatis jika terjadi upaya berulang kali untuk memasukkan kata sandi yang salah. Ini mempersulit pencuri yang mencoba menebak kode akses perangkat.
Keamanan Saat Offline dan Penguncian Jarak Jauh
Untuk mengatasi skenario ketika pencuri berusaha memutus koneksi internet, Google memperkenalkan Offline Device Lock. Fitur ini akan secara otomatis mengunci layar ponsel jika perangkat terdeteksi tidak terhubung ke internet dalam jangka waktu tertentu setelah dicuri. Hal ini memastikan bahwa data tetap aman meskipun pencuri mencoba mengaksesnya tanpa koneksi jaringan.
Pembaruan juga mencakup peningkatan pada fitur penguncian jarak jauh. Enhanced Remote Lock memungkinkan pengguna untuk mengunci ponsel mereka dari jarak jauh menggunakan nomor telepon yang terdaftar di perangkat, bahkan jika fitur Find My Device dinonaktifkan atau pengguna tidak dapat mengakses akun Google mereka. Ini memberikan opsi pemulihan tambahan yang krusial dalam situasi darurat.
Verifikasi Identitas dan Keamanan Berbasis Lokasi
Fitur Identity Check menjadi salah satu inovasi penting lainnya. Dengan fitur ini, perangkat Android akan mendeteksi lokasi geografis pengguna. Jika ponsel berada di luar “Lokasi Terpercaya” (seperti rumah atau kantor) dan ada upaya untuk mengubah pengaturan sensitif atau mengakses aplikasi penting seperti perbankan, pengelola kata sandi, atau menonaktifkan fitur Find My Device, sistem akan mewajibkan verifikasi biometrik tambahan, seperti sidik jari atau pemindaian wajah. Hal ini secara drastis mempersulit pelaku kejahatan untuk mengakses data sensitif.
Pembaruan ini diharapkan dapat memberikan ketenangan lebih bagi pengguna Android, mengingat semakin canggihnya metode pencurian dan penyalahgunaan data. Google terus berupaya menjadikan ekosistem Android sebagai salah satu platform seluler teraman di dunia.






