Samsung Galaxy S26 Ultra memperkenalkan perubahan signifikan pada filosofi kamera telefoto 3x-nya. Alih-alih hanya mengandalkan peningkatan perangkat keras (hardware), Samsung kini fokus pada pemanfaatan teknologi “silicon” berkecepatan tinggi, termasuk sensor ISOCELL 3LD yang terintegrasi dengan DRAM dan AI ISP (Image Signal Processor).
Perubahan ini menjawab spekulasi awal yang menyebutkan adanya penurunan resolusi dari 12 megapiksel menjadi 10 megapiksel pada kamera telefoto 3x Galaxy S26 Ultra. Namun, Samsung mengklarifikasi bahwa ini bukanlah penurunan kualitas, melainkan pergeseran filosofi desain. Sensor ISOCELL 3LD yang secara inheren merupakan sensor 12 megapiksel dengan format optik 1/3.2 inci, dikelola secara cerdas untuk menghasilkan gambar 10 megapiksel dari area tengah yang terkontrol. Hal ini memungkinkan konsistensi resolusi dengan kamera utama dan ultrawide, berkat teknologi multi-frame fusion dan peningkatan resolusi cerdas.
Inovasi di Balik Sensor ISOCELL 3LD
Peningkatan sesungguhnya terletak pada arsitektur 3-stack dari sensor ISOCELL 3LD. Sensor ini dilengkapi dengan DRAM terintegrasi yang mampu menangkap gambar secara instan sebelum subjek bergerak. Fitur ini secara efektif mengurangi artefak rolling shutter dan membekukan gerakan dalam potret 3x. Kemampuan ini semakin disempurnakan dengan kehadiran AI ISP dari chipset Snapdragon 8 Gen 5. Sensor dirancang untuk menyalurkan data dalam jumlah masif ke AI ISP secara real-time, sebuah keunggulan yang tidak dapat ditandingi oleh sensor yang lebih besar namun lebih lambat.
Dengan kemampuan ini, ponsel dapat menggeser jendela pemotongan (crop window) di dalam kanvas 12MP sambil tetap menghasilkan frame dasar 10MP yang bersih, yang kemudian diproses menjadi output 12MP untuk konsistensi. Hasilnya adalah stabilisasi sekelas gimbal pada zoom 3x tanpa mengorbankan resolusi 4K. Peningkatan ini juga berkontribusi pada penumpukan HDR yang lebih baik dan shutter lag yang mendekati nol, karena sensor dan DRAM dapat menangkap beberapa frame dengan cepat sebelum pengguna menekan tombol shutter.
Kombinasi Kekuatan Silicon dan AI
Kolaborasi antara sensor ISOCELL 3LD yang canggih dan AI ISP dari Snapdragon 8 Gen 5 menjadi kunci utama peningkatan performa kamera telefoto 3x pada Galaxy S26 Ultra. AI ISP pada Snapdragon 8 Gen 5 dikabarkan memiliki pipeline 20-bit yang meningkatkan dynamic range hingga 4x dibandingkan pendahulunya, menghasilkan foto dengan warna yang lebih kaya dan detail bayangan yang lebih baik tanpa kehilangan kontras. Selain itu, kemampuan pemrosesan AI yang ditingkatkan pada chipset ini memungkinkan analisis data visual secara real-time untuk optimasi gambar yang lebih presisi.

Samsung tidak hanya fokus pada resolusi, tetapi juga pada kecepatan dan efisiensi pemrosesan data. Sensor yang mampu mengirimkan data dengan cepat ke AI ISP sangat krusial untuk menghasilkan gambar berkualitas tinggi, terutama dalam skenario pemotretan yang dinamis. Pendekatan ini menandai pergeseran dari filosofi “kaca mentah” (raw glass) menjadi “silicon berkecepatan tinggi” (high-speed silicon), sebuah langkah strategis Samsung untuk mendefinisikan ulang standar fotografi ponsel.
Konsistensi Lintas Lensa
Salah satu tantangan dalam sistem multi-kamera adalah menjaga konsistensi kualitas visual antar lensa. Samsung mengatasi hal ini pada Galaxy S26 Ultra dengan memastikan bahwa sensor 12MP yang digunakan, meskipun dipotong untuk output 10MP pada telefoto 3x, tetap berkontribusi pada output akhir 12MP. Teknologi multi-frame fusion dan intelligent upscaling berperan penting dalam menyatukan data dari berbagai sensor untuk menghasilkan gambar yang kohesif dan konsisten di seluruh lensa.
Perubahan filosofi ini menunjukkan komitmen Samsung untuk tidak hanya meningkatkan spesifikasi hardware, tetapi juga mengoptimalkan cara kerja seluruh sistem kamera secara terintegrasi. Dengan fokus pada kecepatan pemrosesan, kecerdasan buatan, dan efisiensi data, Galaxy S26 Ultra berupaya memberikan pengalaman fotografi telefoto yang lebih superior dan konsisten.






