Gadget

PS6 Terancam Mundur ke 2029, Nintendo Switch 2 Naik Harga Akibat AI

Advertisement

Industri video game global menghadapi ketidakpastian besar terkait jadwal rilis konsol generasi mendatang dan harga perangkat keras. Sony Group Corporation dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk menunda peluncuran konsol PlayStation 6 (PS6) hingga tahun 2028 atau bahkan 2029. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap krisis kelangkaan chip memori global yang dipicu oleh permintaan masif dari sektor kecerdasan buatan (AI). Sementara itu, Nintendo Co., Ltd. juga menghadapi tekanan serupa dan berpotensi menaikkan harga konsol Switch 2 yang baru saja diluncurkan.

Krisis pasokan komponen, khususnya chip memori seperti DRAM dan NAND flash, telah menyebabkan lonjakan harga yang signifikan sejak tahun 2024. Permintaan yang luar biasa tinggi dari pusat data AI yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi raksasa seperti Nvidia, Google, Microsoft, dan Amazon, membuat produsen chip memprioritaskan segmen ini karena margin keuntungan yang lebih tinggi. Akibatnya, pasokan untuk industri konsumen, termasuk konsol game, menjadi terbatas dan lebih mahal.

Dampak Krisis Chip pada Jadwal Rilis Konsol

Penundaan potensi rilis PS6 hingga 2028 atau 2029 akan menjadi penyimpangan besar dari siklus rilis Sony yang biasanya berjarak enam hingga tujuh tahun. Mengingat PlayStation 5 (PS5) diluncurkan pada November 2020, penundaan ini akan menciptakan jeda hampir satu dekade, sebuah rekor terlama dalam sejarah PlayStation. Laporan dari Bloomberg menyebutkan bahwa potensi penundaan ini dianggap sebagai “gangguan besar” bagi strategi Sony yang dirancang untuk mempertahankan loyalitas pemain.

Sumber industri yang dikutip oleh Bloomberg mengindikasikan bahwa Sony sedang mengevaluasi kembali peta jalan perangkat kerasnya. Pilihan yang dihadapi Sony meliputi menaikkan harga jual konsol secara signifikan, menanggung kerugian produksi demi menjaga harga tetap terjangkau, atau menunda peluncuran hingga pasokan memori kembali stabil dan harganya menurun. Spesifikasi PS6 yang ambisius, dilaporkan akan menggunakan memori hingga 30 GB GDDR7, semakin memperumit dilema ini, karena mempertahankan spesifikasi tinggi akan berarti biaya produksi yang lebih tinggi pula.

Nintendo Switch 2 Terancam Kenaikan Harga

Bukan hanya Sony, Nintendo juga merasakan dampak krisis chip memori. Perusahaan berencana menaikkan harga konsol Switch 2, yang diluncurkan dengan harga sekitar $450 (sekitar Rp7,3 juta pada Juni 2025). Meskipun Presiden Nintendo Shuntaro Furukawa sebelumnya menyatakan bahwa perusahaan sedang memantau situasi dan belum membuat keputusan untuk menaikkan harga, analis industri memprediksi kenaikan harga tetap tak terhindarkan. Firma riset Niko Partners memperkirakan harga Switch 2 akan naik secara global karena kombinasi tarif perdagangan, kenaikan biaya memori, dan kondisi makroekonomi. Nintendo dilaporkan membayar sekitar 41 persen lebih mahal untuk chip RAM Switch 2 dibandingkan perkiraan awal.

Advertisement

Nintendo Switch 2. Foto: The New York Times
Nintendo Switch 2. Foto: The New York Times

Beberapa analis memprediksi Nintendo mungkin akan menghentikan penjualan model Switch 2 tanpa bundel dan hanya menawarkan paket bundling dengan harga yang lebih tinggi. Dengan fluktuasi nilai tukar rupiah, harga di Indonesia bisa saja menembus Rp9-10 juta. Namun, Nintendo sendiri menyatakan bahwa mereka belum memutuskan perubahan harga dan akan mempertimbangkan berbagai faktor seperti profitabilitas, basis instalasi platform, tren penjualan, dan lingkungan pasar. Perusahaan juga menekankan komitmennya untuk menyerap dampak finansial sementara demi menjaga aksesibilitas perangkat bagi konsumen.

Dampak Ekonomi yang Lebih Luas

Krisis chip memori ini berdampak luas pada industri teknologi. Produsen PC high-end seperti CyberPowerPC, serta perusahaan besar seperti Dell Technologies dan Lenovo China, juga dilaporkan berencana menaikkan harga produk mereka. Analis memprediksi harga konsol game bisa naik 10-15% dalam satu hingga dua tahun ke depan, sementara harga PC gaming bisa melonjak hingga 30% pada 2026. Pergeseran fokus produsen chip ke segmen AI telah memukul pasar konsumen, di mana merek-merek kecil berisiko tidak bertahan menghadapi persaingan dari perusahaan besar yang memiliki akses alokasi memori lebih baik.

Advertisement