Berita

Roy Suryo dan Khozinudin Buka Suara Usai Dilaporkan Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis ke Polisi

Advertisement

Jakarta – Roy Suryo dan Ahmad Khozinudin menjadi sorotan usai dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis. Laporan tersebut terkait dugaan fitnah dan pencemaran nama baik.

Khozinudin Persoalkan SP3 Restorative Justice

Menanggapi laporan tersebut, Ahmad Khozinudin menyatakan konsisten mempersoalkan Surat Penghentian Penyidikan (SP3) yang diperoleh Eggi Sudjana (ES) dan Damai Hari Lubis (DHL) melalui mekanisme restorative justice. Menurutnya, proses tersebut tidak sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) baru karena ancaman hukuman pidana terhadap ES dan DHL melebihi lima tahun penjara.

“Saya konsisten mempersoalkan SP3 yang diperoleh ES dan DHL bukan karena pemberlakuan KUHAP baru (UU No 20/2025) menggunakan mekanisme restorative justice. Karena ancaman pidana status tersangka ES dan DHL di atas 5 tahun sehingga tidak bisa di SP3 dengan dasar restorative justice (RJ),” ujar Khozinudin dalam pernyataan tertulisnya kepada wartawan, Senin (26/1/2026).

Khozinudin menjelaskan, dalam Pasal 5 Jo Pasal 99 KUHAP baru, restorative justice hanya dapat dilakukan setelah memenuhi syarat objektif dan subjektif. Secara objektif, pasal ancaman pidana tidak boleh di atas lima tahun. Sementara secara subjektif, harus ada kesepakatan perdamaian sebagai tindak lanjut permintaan maaf dan permaafan.

“Status ES dan DHL tersangka di antaranya dengan Pasal 160 KUHP (ancaman 6 tahun penjara) dan Pasal 28 ayat 2 Jo 45A ayat 2 UU ITE (ancaman 6 tahun penjara) sehingga tak memenuhi syarat objektif RJ,” ungkap Khozinudin.

“ES dan DHL juga tak meminta maaf, tak mendatangi dokumen perdamaian, tak pula mengakui ijazah Jokowi asli. Jadi, sehingga, tak memenuhi syarat subjektif RJ,” lanjutnya.

Ia juga menambahkan bahwa Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis menjadi tersangka bukan hanya karena laporan Jokowi, tetapi juga karena laporan dari Andi Kurniawan, Lechumanan, dan Samuel Sueken. Keduanya pun disebut tidak pernah meminta maaf dan berdamai dengan ketiga pelapor tersebut.

“Atas analisa fakta yuridis itulah, saya menyimpulkan SP3 ES dan DHL, termasuk pemeriksaan Rustam Efendi, Rizal Fadillah, dan Kurnia Tri Royani terjadi bukan karena KUHAP baru, melainkan tunduk pada SOPP Solo. Tujuannya pecah belah perjuangan,” tuturnya.

Roy Suryo: Hanya Meneruskan Tulisan

Sementara itu, Roy Suryo menanggapi laporan dari Eggi Sudjana terhadapnya dengan nada santai, bahkan menyertakan ikon tertawa. Menurutnya, ia hanya meneruskan tulisan yang telah beredar.

Advertisement

“Saya hanya menceritakan kembali artikel yang sudah viral ini,” tulis Roy seraya menyertakan tulisan bertajuk ‘Orkestrasi SP3 dan Kotak Pandora’ oleh Lukas Luwarso.

Duduk Perkara Laporan Damai Hari Lubis

Damai Hari Lubis menjelaskan duduk perkara dirinya melaporkan Ahmad Khozinudin. Hal ini berawal ketika ia dan Eggi Sudjana menemui Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) di Solo beberapa waktu lalu.

“Dia bilang gara-gara saya ke Solo itu, jadilah 22 orang ini dipanggil, itu namanya hasut menurut saya, hasut. Karena apa? Namanya seseorang atau subjek hukum itu sudah dilaporkan menjadi tersangka tentu kan ada jalur-jalur agenda pemanggilan, ya kan. Kok bisa-bisa ini menuduh kami, ini (pemanggilan) akibat itu (pertemuan dengan Jokowi),” jelas Damai Hari Lubis di Polda Metro saat mendampingi Novel Bamukmin, Senin (26/1).

Damai Hari Lubis kemudian menjelaskan soal SP3 kasus tuduhan ijazah palsu Jokowi yang menyeret namanya adalah haknya sebagai warga negara.

“Jadi gini loh, saya sebagai orang yang tersangka, yang merasa tidak patut jadi tersangka, saya kan boleh berjuang untuk mencabut status tersangka itu dengan SP3. Kebetulan ada wadah namanya restorasi pemulihan hak saya,” ucapnya.

Ia merasa heran karena penghentian penyidikan terhadapnya itu dikaitkan dengan pertemuannya dengan Jokowi di Solo. Ia juga menyesalkan tudingan Ahmad Khozinudin terkait SP3 kasusnya yang disebut ‘KUHAP Solo’.

“Kok dia enggak mau hargai itu keberhasilan saya, kok dia komentari hal-hal seperti ini? Jadi seolah-olah ini perjuangan saya juga cacat hukum. Kadang-kadang disebut juga menggunakan ‘KUHAP Solo’,” kata dia.

Advertisement