Di era digital ini, kemudahan transaksi perbankan melalui aplikasi mobile banking (m-banking) tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga membuka celah bagi para pelaku kejahatan siber. Salah satu modus yang paling sering digunakan adalah vishing atau voice phishing, yaitu penipuan yang memanfaatkan panggilan suara untuk mengelabui korban agar menyerahkan informasi penting atau akses ke rekening mereka. Pelaku kejahatan siber menggunakan berbagai cara untuk menjebak korban, salah satunya melalui modus penipuan vishing. Metode ini memanfaatkan panggilan suara untuk mengelabui korban agar menyerahkan akses atau informasi penting yang dapat digunakan membajak ponsel maupun aplikasi mobile banking.
Dalam praktiknya, korban kerap diarahkan untuk mengklik tautan tertentu atau mengunduh file yang berisi malware, sehingga perangkat dapat dikuasai pelaku. Karena itu, sangat penting bagi Anda untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat menerima panggilan telepon dari nomor yang tidak dikenal. Dengan mengenali ciri-ciri panggilan penipuan, Anda dapat melindungi diri dan menjaga keamanan saldo m-banking Anda.
Ciri-ciri Telepon dari Maling M-Banking yang Wajib Diwaspadai
Para penipu terus berinovasi dalam melancarkan aksinya. Namun, ada beberapa pola umum yang sering mereka gunakan. Memahami tanda-tanda ini akan menjadi benteng pertahanan pertama Anda. Berikut adalah ciri-ciri telepon dari maling m-banking yang harus Anda waspadai:
- Mengaku dari Pemerintah atau Perusahaan Besar: Waspadai penelepon yang mengaku sebagai perwakilan dari lembaga pemerintah (seperti FBI, kepolisian, atau pajak) atau perusahaan besar ternama (seperti Amazon, Apple, Microsoft, atau Netflix). Penipu seringkali berperan sebagai figur otoritas untuk mengintimidasi korban agar menuruti kemauan mereka.
- Menawarkan Kesepakatan atau Hadiah yang Tidak Masuk Akal: Jangan mudah percaya jika ada yang menyatakan Anda memenangkan hadiah undian atau terpilih untuk mendapatkan penawaran menarik, terutama jika Anda tidak pernah mengikuti lotere atau program serupa. Kemungkinan besar, ini adalah jebakan penipuan.
- Tidak Mengetahui Nama Anda: Petugas resmi dari bank atau institusi terpercaya biasanya akan mengetahui nama orang yang mereka hubungi. Jika penelepon hanya menggunakan sapaan umum tanpa menyebut nama Anda, ini bisa menjadi indikasi kuat bahwa itu adalah penipu.
- Mengaku Ada Utang yang Belum Dibayar: Taktik intimidasi klasik yang sering digunakan adalah mengklaim adanya utang atau denda yang belum dibayar. Pelaku akan mengancam dengan konsekuensi seperti denda besar atau bahkan hukuman penjara agar Anda panik dan segera bertindak tanpa berpikir panjang.
- Meminta Informasi Sensitif: Penipu akan berusaha keras mendapatkan data pribadi Anda, seperti nomor Kartu Tanda Penduduk (KTP), nomor kartu kredit, atau bahkan kode OTP (One-Time Password). Ingat, jangan pernah memberikan informasi sensitif ini kepada siapapun, terutama melalui telepon.
- Memberi Tahu Perangkat Terinfeksi Malware: Jika Anda diberitahu bahwa perangkat ponsel Anda terinfeksi malware atau virus selama panggilan telepon, berhati-hatilah. Penipu mungkin akan mengarahkan Anda untuk menginstal perangkat lunak akses jarak jauh seperti AnyDesk atau TeamViewer dengan dalih membantu membersihkan infeksi. Ini adalah cara mereka untuk menguasai ponsel Anda.
- Meminta Verifikasi Informasi yang Seharusnya Sudah Diketahui: Perusahaan resmi biasanya sudah memiliki data nasabah mereka. Jika ada pihak yang menelepon dan meminta Anda untuk “memverifikasi” informasi yang seharusnya sudah mereka ketahui (misalnya nomor klaim asuransi atau data anak dari pihak sekolah), patut dicurigai.
- Adanya Jeda Saat Menjawab Telepon: Penipu sering menggunakan teknologi panggilan otomatis. Anda mungkin akan mendengar jeda singkat setelah menjawab telepon sebelum penelepon yang sesungguhnya tersambung.
Cara Praktis Menghindari Jebakan Penipuan M-Banking
Selain mengenali ciri-ciri penelepon mencurigakan, ada langkah-langkah pencegahan yang bisa Anda lakukan untuk melindungi akun m-banking Anda. Tips ini merujuk pada panduan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan berbagai sumber terpercaya:
- Jaga Kerahasiaan Kode Akses dan PIN: Jangan pernah memberitahukan kode akses, PIN, atau kata sandi m-banking Anda kepada siapapun, bahkan kepada orang yang mengaku petugas bank sekalipun. Simpan informasi ini hanya untuk diri Anda sendiri.
- Hindari Mencatat Kode Akses di Tempat Terbuka: Jangan mencatat atau menyimpan kode akses, PIN, atau nomor pribadi SMS banking di tempat yang mudah terlihat atau diketahui orang lain. Jika perlu mencatat, simpan di aplikasi catatan pada ponsel dengan pengamanan kata sandi.
- Periksa Transaksi dengan Teliti: Sebelum mengonfirmasi setiap transaksi, luangkan waktu untuk memeriksanya secara teliti. Pastikan jumlah, nomor rekening tujuan, dan detail lainnya sudah benar.
- Tunggu Respon Notifikasi Transaksi: Setelah melakukan transaksi, tunggulah beberapa saat hingga Anda menerima pesan notifikasi (melalui SMS atau email) dari bank Anda. Periksa isi notifikasi tersebut dengan cermat.
- Segera Hubungi Bank Jika Ada Transaksi Mencurigakan: Jika Anda menemukan transaksi yang tidak Anda kenali atau terasa mencurigakan dalam notifikasi, segera hubungi call center bank Anda menggunakan nomor resmi yang tertera di kartu ATM atau situs web resmi bank.
- Ganti PIN Jika Merasa Terdeteksi: Apabila Anda merasa kode akses atau PIN Anda mungkin telah diketahui oleh orang lain, segera lakukan penggantian PIN untuk mengamankan akun Anda.
- Berhati-hati dengan Aplikasi dari Sumber Tidak Resmi: Waspadalah terhadap aplikasi yang Anda unduh dari internet yang tidak berasal dari toko aplikasi resmi (Google Play Store atau Apple App Store). Aplikasi semacam itu berpotensi berisi malware atau spyware yang dapat mencuri data pribadi Anda.
- Hindari Transaksi di Jaringan Publik: Jangan melakukan transaksi perbankan atau memasukkan informasi sensitif saat menggunakan jaringan Wi-Fi publik atau di tempat umum seperti warnet. Jaringan tersebut rentan terhadap penyadapan.
- Lakukan Logout Setelah Selesai Bertransaksi: Selalu pastikan Anda melakukan proses logout dari aplikasi m-banking setelah selesai bertransaksi, terutama jika Anda menggunakan perangkat bersama atau di tempat umum.
- Hapus Data Saat Berganti Ponsel: Jika Anda memutuskan untuk mengganti ponsel, pastikan semua data pribadi dan akun perbankan Anda telah terhapus sepenuhnya dari perangkat lama untuk menghindari penyalahgunaan oleh pihak lain.
Dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan ini dan selalu waspada terhadap panggilan telepon yang mencurigakan, Anda dapat secara signifikan mengurangi risiko menjadi korban penipuan m-banking dan menjaga keamanan finansial Anda.




