Berita

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Ungkap Polri Sita 590 Ton Narkoba Sepanjang 2025

Advertisement

Jakarta – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) berhasil membongkar peredaran narkoba dalam jumlah masif sepanjang tahun 2025. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa pihaknya telah menyita sedikitnya 590 ton barang bukti narkoba, sebuah pencapaian yang diklaim dapat menyelamatkan sekitar 1,79 miliar jiwa.

Upaya Pencegahan dan Penindakan

Jenderal Sigit memaparkan capaian Polri dalam pemberantasan narkoba saat rapat kerja dengan Komisi III DPR di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (26/1/2026). Ia menjelaskan bahwa upaya Polri tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga pada pencegahan.

“Kami melaksanakan pemberantasan tindak pidana narkoba kegiatan-kegiatan yang kita lakukan mulai dari preemptif dan preventif dengan berbagai kegiatan mulai dari kampanye antinarkoba di sekolah, kampus, dan komunitas, dan kegiatan pemberdayaan masyarakat dan komunitas antinarkoba,” ujar Jenderal Sigit.

Ribuan Kasus dan Tersangka

Selain upaya pencegahan, Polri juga gencar melakukan penegakan hukum. Sepanjang tahun 2025, sebanyak 48.417 kasus narkoba telah diproses. Dari jumlah tersebut, 64.046 tersangka berhasil diamankan. Dari total tersangka, 13.880 di antaranya direhabilitasi dari 9.486 kasus yang ditangani.

“Kami juga lakukan penegakan hukum, 48.417 kasus narkoba telah kami proses dengan mengamankan 64.046 tersangka, 13.880 tersangka dari 9.486 kasus telah direhabilitasi,” jelasnya.

Advertisement

Dampak Penyelamatan Jiwa

Dari puluhan ribu kasus tersebut, Jenderal Sigit merinci penyitaan 590 ton barang bukti narkoba dengan nilai mencapai Rp 41 triliun. Ia menekankan potensi besar bahaya jika barang haram tersebut lolos ke masyarakat.

“Kami amankan 590 Ton BB senilai Rp 41 T, dan apabila ini beredar di masyarakat ini bisa selamatkan sekitar 1,79 miliar jiwa,” tuturnya.

Lebih lanjut, Polri juga terus berupaya mentransformasi wilayah yang rawan narkoba. Dari 228 kampung narkoba yang teridentifikasi, sebanyak 118 di antaranya telah berhasil diubah menjadi kampung bebas narkoba.

“Kami juga berusaha fokus transformasikan 228 kampung narkoba jadi 118 kampung bebas dari narkoba,” pungkas Jenderal Sigit.

Advertisement