Berita

Bos Nvidia Jensen Huang Bantah Tak Suka ChatGPT, Siap Investasi Besar ke OpenAI

Advertisement

CEO Nvidia, Jensen Huang, secara tegas membantah rumor yang menyebutkan dirinya tidak menyukai ChatGPT dan OpenAI. Ia mengonfirmasi bahwa Nvidia justru berencana untuk melakukan investasi besar-besaran ke perusahaan riset kecerdasan buatan tersebut, yang berpotensi menjadi investasi terbesar dalam sejarah Nvidia.

Pernyataan Huang ini sekaligus mengklarifikasi laporan dari The Wall Street Journal (WSJ) yang menyebutkan adanya keraguan internal di Nvidia mengenai kesepakatan investasi senilai USD 100 miliar dengan OpenAI. Laporan tersebut mengindikasikan bahwa Huang sempat mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap pendekatan bisnis OpenAI yang dinilai kurang disiplin, serta kekhawatiran terhadap persaingan dari Google dan Anthropic.

Investasi Besar Nvidia untuk OpenAI

Menanggapi isu tersebut, Huang menyatakan bahwa anggapan dirinya tidak senang dengan OpenAI adalah “omong kosong”. Ia menegaskan komitmen Nvidia untuk mendukung OpenAI. “Kami akan melakukan investasi besar-besaran di OpenAI. Saya percaya pada OpenAI, pekerjaan yang mereka lakukan luar biasa, mereka adalah salah satu perusahaan paling berpengaruh di zaman kita, dan saya sangat senang bekerja sama dengan Sam,” ujar Huang, merujuk pada CEO OpenAI, Sam Altman.

Ilustrasi Robot Pada OpenAI GhatGPT. Foto: Reuters
Ilustrasi Robot Pada OpenAI GhatGPT. Foto: Reuters

Huang menambahkan bahwa Sam Altman sedang dalam proses finalisasi putaran pendanaan tersebut dan Nvidia dipastikan akan terlibat. “Kami akan menginvestasikan sejumlah besar uang, mungkin investasi terbesar yang pernah kami lakukan,” imbuhnya, meskipun ia tidak mengonfirmasi apakah nilainya akan melebihi USD 100 miliar. Menurutnya, besaran dana yang ingin dihimpun sepenuhnya diserahkan kepada Altman untuk diumumkan.

Konteks Pasar dan Persaingan AI

Rencana investasi besar Nvidia ke OpenAI ini terjadi di tengah lanskap persaingan kecerdasan buatan (AI) yang semakin memanas. Laporan dari CNBC menyebutkan bahwa OpenAI berencana menggalang dana hingga USD 100 miliar, yang akan menempatkan valuasi perusahaan di angka sekitar USD 830 miliar.

Di sisi lain, Amazon juga dikabarkan tengah bernegosiasi untuk menginvestasikan miliaran dolar ke OpenAI, dengan potensi mencapai USD 50 miliar. Kehadiran chip canggih Nvidia memang menjadi kunci bagi perusahaan AI seperti OpenAI untuk mempertahankan dominasi dan daya saing mereka di pasar yang terus berkembang pesat ini.

Advertisement

Klarifikasi Huang di Taipei

Pernyataan Jensen Huang ini disampaikan saat ia berada di Taipei, Taiwan, setelah menjamu para pemasok utama Nvidia. Acara tersebut, yang diliput media Taiwan sebagai “makan malam triliunan dolar” karena gabungan kapitalisasi pasar para pesertanya, menjadi momen penting bagi Huang untuk memberikan klarifikasi langsung.

Sebelumnya, The Wall Street Journal melaporkan bahwa kesepakatan investasi Nvidia senilai USD 100 miliar dengan OpenAI sempat tertunda. Beberapa pihak internal Nvidia dilaporkan menyuarakan keraguan, dan Huang sendiri disebut-sebut menegaskan bahwa perjanjian awal tersebut bersifat tidak mengikat dan belum final.

Kabar ini muncul di saat industri AI terus berinovasi dengan cepat. ChatGPT sendiri telah menjadi salah satu produk AI generatif yang paling dikenal luas oleh publik, mendorong berbagai perusahaan untuk mengembangkan teknologi serupa atau berkolaborasi dengan pengembang utamanya. Dukungan finansial dan teknologi dari pemain besar seperti Nvidia sangat krusial bagi perkembangan OpenAI dalam menghadapi persaingan ketat dari raksasa teknologi lain serta startup AI yang bermunculan.

Nvidia, sebagai produsen chip terkemuka untuk komputasi AI, memiliki posisi strategis dalam ekosistem ini. Investasi dan kemitraan yang mereka jalin akan sangat memengaruhi arah perkembangan teknologi AI di masa depan. Klarifikasi Huang ini menegaskan bahwa Nvidia melihat nilai jangka panjang yang signifikan pada OpenAI dan siap untuk menjadi bagian penting dari perjalanan mereka.

Advertisement