Pasar televisi global tengah mengalami pergeseran signifikan, dengan TCL menunjukkan performa impresif yang kian mendekatkan posisinya dengan raksasa industri, Samsung. Tren ini menandai perubahan lanskap kompetisi di sektor elektronik konsumen yang dinamis.
Menurut data terbaru dari perusahaan riset pasar Omdia, Samsung masih memimpin pasar TV global dengan pangsa pasar sebesar 28,3% pada tahun 2024, mempertahankan posisi nomor satu sejak 2006. Keberhasilan ini ditopang oleh inovasi pada TV premium dan layar sangat besar, serta pengenalan teknologi televisi berbasis kecerdasan buatan (AI). Hun Lee, Executive Vice President of Visual Display Business Samsung Electronics, menyatakan, “Dominasi Samsung selama 19 tahun… terwujud berkat kepercayaan dan dukungan pelanggan kami.” Samsung juga memimpin segmen TV premium (di atas US$2.500) dengan 49,6% pangsa pasar, serta kategori layar sangat besar (75 inci ke atas) dengan 28,7% pangsa pasar.
TCL Merangsek Pasar, Menempel Samsung

Data Counterpoint Research menunjukkan bahwa Samsung memimpin dengan pangsa pasar 17%, turun sekitar 1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. TCL berada tepat di belakangnya dengan pangsa 16%, naik 3% YoY. Posisi berikutnya berturut-turut ditempati Hisense dengan 10% pangsa pasar, turun 2% YoY, LG dengan 9%, naik tipis 1%, sementara Walmart menutup lima besar dengan 5% pangsa, tumbuh 2% YoY, demikian dikutip Podme dari detikINET.
Peran Teknologi dan Inovasi
Persaingan yang kian ketat ini tak lepas dari strategi inovasi yang diterapkan oleh para pemain utama. TCL, misalnya, telah agresif dalam mengembangkan teknologi MiniLED dan layar ultra-besar (di atas 75 inci). Strategi ini terbukti efektif dalam menarik konsumen yang mencari pengalaman visual superior dengan harga yang kompetitif. TCL bahkan disebut sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan pengiriman televisi canggih (Advanced TV) global pada kuartal I-2025, yang meningkat 44% YoY.

Menariknya, pada kuartal I-2025, Samsung dilaporkan berada di posisi keempat dalam hal unit dan ketiga dalam pendapatan di kategori Advanced TV, menunjukkan adanya ancaman nyata terhadap kepemimpinannya yang telah berlangsung puluhan tahun. Hal ini mendorong Samsung untuk terus berinovasi, termasuk memperluas lini TV OLED-nya dan mengembangkan teknologi AI untuk menjaga keunggulan kompetitifnya.
Strategi Jangka Panjang TCL
Langkah strategis TCL tidak berhenti pada pengembangan produk. Perusahaan ini baru-baru ini mengumumkan rencana pembentukan usaha patungan dengan Sony Group untuk mengambil alih bisnis hiburan rumah Sony. Dalam kesepakatan ini, TCL akan memegang 51% saham, sementara Sony 49%. Usaha patungan ini diharapkan mulai beroperasi pada April 2027 dan akan menggunakan merek Sony serta Bravia. Tujuan utama TCL dengan langkah ini adalah untuk melampaui Samsung dan memimpin pasar TV global, sekaligus memperkuat posisinya di segmen kelas atas.
Menurut Sigmaintell, pada tahun lalu TCL memegang 14% pangsa pasar TV global, menempati peringkat kedua setelah Samsung (16%). Proyeksi menunjukkan bahwa pada tahun 2027, pangsa pasar gabungan TCL dan Sony dapat mencapai 17%, melampaui Samsung. Strategi ini menunjukkan ambisi TCL untuk tidak hanya bersaing, tetapi juga mendefinisikan ulang peta persaingan di industri televisi dunia.
Pergeseran di pasar TV global ini menunjukkan bahwa inovasi teknologi, strategi penetapan harga yang kompetitif, dan langkah-langkah strategis korporat akan terus membentuk dinamika persaingan di masa mendatang. Samsung, dengan rekam jejak kepemimpinannya, kini menghadapi tantangan yang semakin kuat dari para pesaingnya, terutama TCL.






