Valve secara resmi mengumumkan penundaan peluncuran perangkat konsol PC ruang keluarga, Steam Machine. Keputusan ini disampaikan melalui unggahan blog perusahaan pada Rabu malam, 4 Februari 2026, dengan alasan utama meningkatnya harga komponen komputer, khususnya memori dan penyimpanan, serta masalah rantai pasok global yang belum terselesaikan.
Penundaan ini berdampak pada rencana Valve untuk membagikan informasi detail mengenai harga dan tanggal rilis pasti Steam Machine, yang sebelumnya dijadwalkan meluncur pada tahun 2026. Perangkat ini merupakan bagian dari ambisi Valve untuk memperluas ekosistem Steam ke ranah perangkat keras, bersaing dengan konsol konvensional di pasar ruang keluarga.
Lonjakan Harga Komponen Jadi Kendala Utama
Dalam pengumuman resminya, Valve mengakui bahwa situasi pasar komponen komputer saat ini tidak memungkinkan mereka untuk menetapkan harga dan jadwal rilis yang pasti untuk Steam Machine. “Ketika kami mengumumkan produk-produk ini pada November, kami berharap dapat membagikan detail harga dan tanggal peluncuran saat ini,” tulis Valve dalam blognya. “Namun, kekurangan memori dan penyimpanan yang terjadi di industri telah meningkat secara signifikan.”

Keterbatasan pasokan dan lonjakan harga komponen tersebut menjadi faktor krusial yang memengaruhi jadwal produksi Steam Machine. Kondisi ini merupakan cerminan dari masalah rantai pasok global yang masih membayangi industri teknologi secara luas, termasuk sektor perangkat keras komputer.
Ambisi Ekosistem Steam Terkendala
Steam Machine awalnya diumumkan bersamaan dengan dua perangkat keras lain dari Valve, yaitu headset realitas virtual Steam Frame dan gamepad generasi terbaru, Steam Controller. Ketiga perangkat ini diproyeksikan menjadi langkah besar Valve untuk memperluas dominasi platform Steam dari ranah digital ke perangkat keras fisik, sekaligus menawarkan alternatif bagi para gamer PC yang menginginkan pengalaman bermain di ruang keluarga.

Meskipun mengalami penundaan dalam pengumuman harga dan jadwal rilis, Valve menegaskan bahwa target pengiriman seluruh perangkat keras tersebut pada paruh pertama tahun 2026 tetap dipertahankan. Namun, kepastian tanggal peluncuran masih belum dapat diinformasikan.
Berdasarkan informasi dari sumber lain, Valve sebelumnya menyatakan bahwa Steam Machine dirancang untuk mampu memainkan sebagian besar judul gim yang tersedia di Steam dengan pengaturan grafis 4K pada kecepatan 60 frame per detik menggunakan teknologi FSR (FidelityFX Super Resolution). Namun, performa spesifik dapat bervariasi tergantung pada kebutuhan upscaling yang dibutuhkan oleh setiap judul gim.
Dampak Penundaan pada Industri
Penundaan peluncuran Steam Machine ini berpotensi memberikan dampak tidak langsung pada persaingan di pasar konsol dan perangkat gaming. Valve, sebagai pengembang platform distribusi digital terbesar untuk gim PC, memiliki pengaruh signifikan dalam industri ini. Kehadiran Steam Machine diharapkan dapat memicu inovasi lebih lanjut dalam segmen konsol PC hibrida.
Sebelumnya, muncul bocoran mengenai harga Steam Machine yang diperkirakan mencapai Rp16 jutaan, menjadikannya perangkat yang ditujukan untuk segmen premium. Perangkat ini juga disebut-sebut memiliki spesifikasi yang lebih unggul dibandingkan PC milik mayoritas pengguna Steam.
Dengan penundaan ini, para penggemar yang telah menantikan kehadiran Steam Machine harus bersabar lebih lama untuk mendapatkan detail lengkap dan tanggal rilis pasti dari perangkat ambisius Valve ini. Situasi rantai pasok global yang belum stabil menjadi tantangan utama yang harus diatasi oleh perusahaan teknologi di seluruh dunia.






